Ada Patung Nagara Langit di Dolog Huluan

PATUNG BERSEJARAH: Pangulu Dolog Huluan Lamhot Saragih bersama Sekdes Ruslen Purba di situs besejarah yang berada di Nagara Langit, Nagori Dolog Huluan, Simalungun.
Sondi Sipayung
PATUNG BERSEJARAH: Pangulu Dolog Huluan Lamhot Saragih bersama Sekdes Ruslen Purba di situs besejarah yang berada di Nagara Langit, Nagori Dolog Huluan, Simalungun.

MetroSiantar.com – Situs bersejarah harus diberi perhatian ekstra agar tak hilang dan rusak. Salah satunya, patung di Nagara Langit Huta Tanjung Marolan, Nagori Dolog Huluan, Kecamatan Raya. Kini patung wanita yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun itu patah akibat tertimpa pohon.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, patung perempuan di Nagara Langit itu dipercaya sudah ada sejak awal kampung Dolog Huluan berdiri. Patung itu sendiri memang sudah diketahui keberadaannya sejak dulu. Namun, konon tak ada warga yang berani datang sendiri ke tempat yang bernama Nagara Langit itu. Sebab dari cerita warga secara turun-temurun, Nagara Langit adalah daerah angker dan bernuansa mistis. Apalagi di kawasan itu terdapat pohon besar.

Selasa (18/4) wartawan koran ini bersama Pangulu Nagori Dolog Huluan Lamhot Saragih dan Sekdes Ruslen Purba mendatangi situs sejarah tersebut. Untuk bisa sampai ke lokasi, harus bisa menembus semak belukar yang tumbuh hampir di sepanjang jalan.

Setelah sampai di sana, terlihatlah patung yang kondisinya sudah tak utuh lagi. Beberapa bagian yang sudah patah itu tampak disusun ulang dan bentuknya menyerupai manusia.Untuk menandai lokasi, maka dibuat bangunan kecil yang melindungi patung dari panas matahari dan hujan.

Menurut Lamhot, perhatian warga mulai tertuju pada patung itu setelah pohon besar di sekitar lokasi tumbang pada Oktober 2016 lalu. Saat itu warga melihat pohon tumbang dan menemukan patung dalam keadaan patah.

“Setelah pohon itu tumbang makanya warga mulai berani ke lokasi. Dan, saat dilihat, patung sudah patah akibat terkena cabang pohon tumbang itu,” jelas pangulu.

Dia menambahkan, setelah mulai ramai dikunjungi warga, ia pun melihat langsung patung ke lokasi. Lalu muncullah inisiatif untuk melakukan perbaikan.

Kemudian ia membuat bangunan kecil yang dinding dan atapnya terbuat dari semen. “Kita buat bangunan itu pada Oktober 2016. Kenapa? Karena kita meyakini patung ini merupakan peninggalan leluhur pemula perkampungan Dolog Huluan,” tambah Lamhot.

Sementara itu Ruslen Purba menjelaskan, sesuai cerita yang didengarnya dari penetua kampung, dulunya patung itu merupakan sosok perempuan yang ingin menikah dengan raja. Namun pernikahan antara wanita itu dengan raja yang diidamkan tidak terjadi. Oleh karenanya, perempuan itu merasa sakit hati dan berniat tidak akan menikah dengan laki-laki lain. “Ceritanya begitu. Wanita ini berikrar bahwa lebih baik ia tidak menikah dengan siapapun selain sang raja. Lalu seketika itu juga petir menyambarnya, sehingga perempuan tersebut menjadi patung. Itu cerita ringkas yang kita dengar dari penetua kampung,” kata Purba.

Dia menambahkan, dulu saat ia masih anak-anak, nama Nagara Langit itu sudah terkenal angker. “Kalau dulu, mendengar nama Nagara Langit saja pun kita sudah takut. Karena warga kampung sini meyakini daerah itu sangat angker dan sakral. Bahkan jika ingin melihat patung itu, hati dan pikiran harus bersih. Kalau tidak, patung tidak akan terlihat. Sebab dulu patung itu bisa menghilang,” jelasnya.