Kasipidsus Diperiksa Tim Kejatisu

n Kasipidsus Herianto Siagian (kanan) berjabat tangan dengan salah seorang tim dari Kejatisu, Selasa (18/4).
Ferry Sihombing/Metro Siantar
n Kasipidsus Herianto Siagian (kanan) berjabat tangan dengan salah seorang tim dari Kejatisu, Selasa (18/4).

MetroSiantar.com, SIANTAR – Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar, Herianto Siagian, diperiksa tim Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Hal itu menyusul pengaduan Osdelima Damanik, istri dari Pancasila Sibarani sebelumnya ke Kejatisu, tentang penanganan kasus korupsi Pancasila. Dalam pengaduannya, Osdelima menilai bahwa penanganan perkara suaminya itu didiskriminasi.

Atas pengaduan itu, Selasa (18/4), tim Kejatisu yang berjumlah 3 orang mendatangi kantor Kejari Pematangsiantar. Tim tiba sekira pukul 13.00 WIB dan langsung melakukan  pemeriksaan di rumah Kepala Kejari, M Masril.

Selain Herianto, jaksa yang tergabung dalam tim Pidsus Kejari juga turut diperiksa. Hingga sekira pukul 17.00 WIB, pemerikaaan masih terus berlangsung.

Kepada METRO SIANTAR, Herianto tidak menampik bahwa kedatangan tim Kejatisu tersebut karena adanya pengaduan dari Osdelima. “Istri Pancasila melapor ke Kejatisu. Ada diskriminasi katanya dalam kasus Pancasila, mulai dari penangkapan, pemberkasan sampai putusan pengadilan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Herianto menjelaskan bahwa kedatangan tim Kejatisu tersebut untuk mengklarifikasi pengaduan itu. “Jadi istri Pancasila diundang ke Kejatisu untuk memberikan klarifikasi dan memberikan penjelasan atas laporannya itu, tapi dia nggak datang. Makanya Kejatisu jadinya yang datang ke sini untuk meminta klarifikasi dari kita,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Herianto yang juga ditanyai tentang proses banding Pancasila, menuturkan bahwa hal tersebut masih dalam proses. “Memori banding sudah kita sampaikan, belum ada informasi soal putusan banding itu. Biasanya lamanya itu,” tambahnya.

Sebelumnya, Pancasila Sibarani yang merupakan Direktur Utama CV Siantar Trans,  ditangkap tim Kejaksaan Agung (Kejagung) di Hotel Arya Duta di Jakarta pada Senin (5/9) tahun lalu sekira pukul 23.30 WIB, setelah selama sekitar 4 bulan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pancasila ditangkap atas dugaan korupsi retribusi parkir tepi jalan Kota Siantar yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp1,1 M.