Terjadi di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Pencuri HP Dihukum Lebih Berat dari Maling Kreta

Fijai Hanafi ketika menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Selasa (18/4).
Fijai Hanafi ketika menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Selasa (18/4).

SIANTAR- Pengadilan Negeri Pematangsiantar melalui majelis hakim, menjatuhkan hukuman terhadap pencuri handphone lebih tinggi dibandingkan pencuri kreta (sepeda motor). Hal itu terjadi dalam persidangan yang berlangsung, pada Selasa (18/4).

Dalam persidangan dengan terdakwa Fijai Hanafi, pencuri sepedamotor, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 10 bulan. Putusan itu lebih ringan 2 bulan dari tuntutan jaksa sebelumnya. Dalam amar putusannya, Fitra Dewi Nasution SH sebagai hakim ketua, didampingi Fhytta Sipayung SH dan M Nuzuli SH sebagai Hakim anggota menyatakan, bahhwa Fijai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 362 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 10 bulan kepada terdakwa Fijai Hanafi,” tegas Fitra Dewi. Atas putusan itu, terdakwa dan Firdaus Maha SH sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU), menerimanya. Untuk diketahui, Fijai diringkus personel Satuan Reserse Kriminal Polres Siantar pada 18 Desember 2016. Hal itu menyusul aksi pencurian satu unit sepeda motor Honda Vario BK3067 TAG warna hitam yang dilakukannya di Jalan Mangga Ujung Siabal-abal, Kelurahan BP Nauli, Siantar Marihat.

Sementara, dalam sidang lainnya, dua terdakwa yakni Evan Sihombing dan Jefri Gultom, pencuri handphone, divonis dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. Putusan itu lebih ringan 6 bulan dari tuntutan jaksa sebelumnya. Dalam amar putusannya, Lodewyk Simanjuntak SH sebagai hakim ketua didampingi M Iqbal SH dan Risbarita SH sebagai aakim anggota menyatakan, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal pasal 363 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan terhadap masing-masing terdakwa,” tegas Lodewyk. Atas putusan itu, kedua terdakwa dan M Flora Rajagukguk SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun menerimanya. Persidangan ini sebagai tindaklanjut dari aksi pencurian satu unit handphone merk Samsung yang dilakukan kedua terdakwa pada 6 Desember 2016, di Jalan Farel Pasaribu, Kelurahan Sukamaju, Siantar Marihat. (fes/ms)