GMKI Apresiasi Kinerja Polres

AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH
AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH

MetroSiantar.com,SIANTAR – Apa yang dilakukan jajaran Polres Simalungun dalam memberantas narkoba mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun, Wahyu Nolim Siregar mengatakan bahwa Indonesia saat ini sudah masuk menjadi negara darurat narkoba. Hal tersebut dikarenakan angka prevalensi penyalahguna narkotika di Indonesia pada survei tahun 2015 mencapai 2,20 persen atau lebih dari 4 juta orang yang terdiri dari penyalahguna coba pakai, teratur pakai dan pecandu. Dan ini para pemakai sudah masuk ke seluruh sendi-sendi masyarakat, pelajar, mahasiswa, pekerja, artis, hingga kalangan aparatur negara.

Dan dengan keadaan ini, negara mengatakan akan membasmi narkoba dengan mengatakan perang terhadap narkoba. Kabupaten Simalungun dan Pematangsiantar diduga sebagai jalur lintas narkoba hingga menjadikan dua tempat ini sebagai salah satu pasar narkoba di Sumatera utara. Terbukti dengan beberapa hari belakangan, banyak kasus narkoba yang berhasil diungkap oleh polisi.

“Apresiasi penuh dari kami GMKI atas kinerja Polri, khususnya jajaran Polres Simalungun yang yang berhasil mengamankan para bandar, kurir dan pemakai narkoba,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Simalungun Drs H Abdul Halim Lubis LC juga mengapresiasi kinerja jajaran Polres Simalungun yang berhasil melakukan pemberantasan narkoba dalam beberapa hari belakangan.

Namun begitu, Lubis meminta agar hal itu jangan hanya dijadikan simbol semata, tetapi harus berkelanjutan.

“Pentingnya tindakan tegas dari aparat penegak hukum sangat diharapkan semua masyarakat, agar kesungguhan pemberantasan narkoba oleh aparat penegak hukum itu benar-benar dapat dilihat oleh masyarakat,” katanya.

Narkoba sudah ditetapkan menjadi bencana nasional. Narkoba sudah merasuki seluruh penjuru lapisan masyarakat, bahkan anak-anak dan pelajar pun sudah terkena. “Ini menjadi ancaman yang sangat serius. Anak-anak dan pelajar merupakan aset bangsa, kalau tidak segera diselamatkan bagaimana?” tukasnya. (adi/hez)