Buruh, Pahlawan Perekonomian

Ratusan buruh pawai keliling kota beriringan dengan truk kontainer yang dilengkapi musik band pada peringatan Hari Buruh, Senin (1/5).
METRO SIANTAR/DHEV BAKKARA
Ratusan buruh pawai keliling kota beriringan dengan truk kontainer yang dilengkapi musik band pada peringatan Hari Buruh, Senin (1/5).

MetroSiantar.com, SIANTAR – Buruh merupakan pahlawan pertumbuhan pembangunan dan peningkatan kemajuan bangsa. Keberadaan buruh menjadi salah satu faktor keberanian investor menanamkan modalnya. Pesan ini salah poin penting disampaikan Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) di tengah peringatan May Day Internasional, Senin (1/5) di halaman Gelanggang Olahraga (GOR), Jalan Merdeka, Siantar Timur.

Ketua Panitia, Rindu Marpaung menjelaskan, pada Hari Buruh kali ini tidak ada aksi demo, tetapi hanya konvoi untuk menggugah solidaritas para buruh yang tengah libur. Ia mengutarakan, untuk mendapatkan hak-hak buruh, tidak cukup hanya doa. Menyelesaikannya harus dilakukan upaya lewat diskusi. “Tema kita adalah hapuskan outsourcing. Kita komit memperjuangkan itu, termasuk di BUMN maupun perusahaan daerah. Kita juga komit membantu rekan-rekan tenaga honorer di instansi pemerintah. Beragam persoalan publik di kota ini juga harus menjadi perhatian kita bersama. Sangat miris rasanya melihat keberadaan buruh yang tidak mendapatkan haknya,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Pematangsintar Poltak Manurung SE mendorong agar parah buruh tidak berhenti memperjuangkan haknya sebagaimana yang telah dilakukan para buruh di masa lalu. Sehingga, apa yang dinikmati buruh saat ini lebih baik. Dalam sambutanya, Poltak menjelaskan bahwa pemerintah terus memperhatikan nasib buruh dengan mengeluarkan regulasi. Dengan regulasi ini, pengusaha tak boleh bertindak sesuka hati dalam membuat jam kerja atau memberi upah. Karena pengusaha juga harus ikut aturan pemerintah. Serikat buruh juga harus memberi manfaat kepada anggota dalam rangka perbaikan kinerja dan kesejahteraan.

“Yang ditetapkan pemerintah sifatnya masih jaring pengaman dan mulai Januari 2017 upah buruh di Pematangsiantar minimal Rp1.963.000 per bulan. Berbagai aspirasi buruh akan terus dibahas di tingkat pusat, namun tetap mempertimbangkan kemampuan perusahaan. Pihak pengusaha dan buruh harus duduk bersama, sehingga semua persoalan bisa terselesaikan. Jika terkendala, kami dari pemerintah siap membantu. Tantangan kita adalah membela hak-hak buruh, baik itu hak cuti hamil dan cuti lainnya, bahkan hak kepesertaan BPJS Kesehatan atau BPJS Ketenagakerjaan. Selamat hari buruh,” ujarnya.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Dodi Darjanto MTTA juga mengapresiasi kegiatan Hari Buruh yang digagas SBSI  Solidaritas berlangsung aman, nyaman dan tertib. Ia berharap lewat hari buruh ini dapat meningkatkan profesional kerja. “Kita berharap, kesejahteraan buruh semakin meningkat. Dan sejumlah aspirasi yang telah disampaikan ke pemerintah bisa segera direalisasikan,” ucapnya sembari meminta warga yang hadir untuk lebih menggunakan produk lokal karena itu akan meningkatkan jumlah tenaga kerja.

Ketua SBSI Solidaritas, Ramlan Sinaga didampingi pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Wahyu Nolim, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ali Yusuf Siregar dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tri Faith Manalu, mengajak para buruh untuk senantiasa meningkatkan soliditas serta solidaritas. Buruh harus bersatu memperbaiki diri jika ingin kesejahteraannya meningkat. Ramlan juga meminta agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan buruh.

Secara bergantian, para pengurus organisasi masiswa juga mengatakan konsisten menyuarakan persoalan buruh. Sebab, buruh bukan hanya pekerja tetapi pahlawan-pahlawan pertumbuhan ekonomi. Mereka menilai, persoalan saat ini beda dengan puluhan tahun lalu. Buruh hanya diberikan makan tetapi tidak diberikan upah sedangkan sekarang ini buruh diberikan upah tetapi tidak berikan makan yang sewajarnya. Kesejahteraan buruh sangat miris dan diharapkan jangan sampai di tengah kemerdekaan hak buruh terbungkam.