Terios Terseret 10 Meter Lalu Tabrak Mahoni, “Saya Pasrah Kepada Tuhan”

Kondisi mobil yang hancur setelah menabrak mahoni di Jalan Parapat. Akibat kejadian ini, pengemudi meninggal di lokasi kejadian.
Kondisi mobil yang hancur setelah menabrak mahoni di Jalan Parapat. Akibat kejadian ini, pengemudi meninggal di lokasi kejadian.

MetroSiantar.com, SIANTAR – Anang Hanggoro, hanya pasrah kepada Tuhan ketika mobil yang ia tumpangi kecelakaan di Jalan Parapat, Kelurahan Tong Marimbun, Siantar Marimbun, Sabtu (6/5) pukul 11.20 WIB.

Anang Hanggoro (52) warga Jalan Keselamatan, Kelurahan Manggai Selatan, Kecamatan Tebet Jakarta Utara ini selamat dari insiden tersebut, namun rekannya (supir) tewas ditempat setelah mobil tersebut menabrak mahoni sesaat terseret sampai 10 meter.

Informasi dihimpun, mobil bernomor polisi BK 1388 IB yang dikemudikan Budi Syahputra (42) warga Dusun V, Kelurahan Limau, Manis, Kecamatan Tanjung, Morawa-Medan, melaju dari arah Simpang dua menuju Parapat.

Salah seorang saksi mata marga Simanjuntak mengatakan, sebelum kejadian, mobil Terios tersebut hendak mendahului mobil lain dengankecepatan tinggi. Namun tiba-tiba mobil tersebut oleng ke kanan disebabkan ban mobil pecah.

“Mau melewati mobil itunya dia, lantas ban depan mobilnya sebelah kanan pecah sehingga oleng ke kanan. Di situlah ditabraknya pohon mahoni itu, Lae,” terang Simanjuntak

“Setelah menabrak mahoni di sisi kanan itu, mobil kemudian terseret sampai 10 meter,” jelas Simanjuntak sambil menunjukkan pohon mahoni yang dihantam mobil tersebut.

Lanjut Simanjuntak, saat mobil terhempas pengemudi akhirnya meregang nyawa. “Setelah tercampak 10 meter ke depan, supir kritis dengan bersimbah darah lalu meninggal terjepit di dalam mobil,” tutupnya.

Sementara itu, Anang Hanggoro yang selamat dari peristiwa itu menjelaskan bahwa insiden tersebut ia ketahui sesaat mobil yang ia tumpangi itu menabrak pohon mahoni.

“Semula kami berdua berangkat dari Medan hendak ke Sibolga. Sebelum kecelakaan, kami berdua makan burung goreng di Jalan Merpati karena saya rindu makan burung goreng,” kata Hanggoro yang mengaku pernah tinggal di Jalan Beo, Kota Siantar. “Saya baru mengetahui kecelakaan ini setelah mobil menghantam pohon mahoni. Saya tidur setelah makan burung goreng tadi, karena kenyang,” ujarnya.

“Ada guncangan, lalu saya bangun. Mobil terseret-seret dan saya di dalam mobil hanya pasrah saja kepada Tuhan,” lanjutnya menceritakan sambil menangis.
Setelah mobil berhenti, Hanggoro kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga yang melintas.

“Kulihat korban sudah meninggal, Dek, saya berusaha berteriak mintak tolong kepada warga yang melintas. Beruntung ketemu sama seorang tentara yang melintas. Jadi kami langsung ditolong dan dibawa ke Rumah Sakit Tentara,” ucap Hanggoro.