Menunggak, Raskin Tak Disalurkan

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroSiantar.com, SIANTAR – Dalam penyaluran Beras Miskin (Raskin) yang kini sudah berganti nama menjadi Beras Sejahtera (Rastra), Badan Urusan Logistik (Bulog) tidak memiliki masalah sama sekali. Hanya saja, Rastra tak akan disalurkan ke kelurahan atau desa yang memiliki tunggakan pembayaran.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Publik Bulog Sub Divre Pematangsiantar Suganda Riady. Penyaluran Rastra akan dilakukan apabila Pemerintah Kota atau Kabupaten sudah mengirimkan Surat Permintaan Alokasi (SPA) kepada pihaknya. “Kita nggak asal-asal menyalurkan, harus ada permintaan,” katanya.

Terkait SPA, Suganda mengatakan bahwa Pemko Siantar baru mengirimkannya pada 8 Mei  sementara Pemkab Simalungun mengirimkannya pada 3 Mei. “Untuk Siantar, SPA nya itu sebanyak 3 alokasi, mulai Januari hingga Maret, sedangkan Simalungun SPAnya 4 alokasi, Januari hingga April. Kita baru menyalurkan Rastra itu di bulan Mei karena suratnya masuk bulan Mei,” paparnya.

Di tahun 2017 ini bukan hanya Raskin yang berubah nama menjadi Rastra, namun sebutan untuk sasaran Rastra itu sendiri pun berubah. Dari Rumah Tangga Sasaran (RTS) menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Untuk tahun 2016 di Siantar, penyaluran Rastra setiap bulannya sebanyak 193.230 kilogram untuk 12.882 KPM sementara untuk tahun 2017 sebanyak 193.800 kilogram untuk 12.920 KPM,” terangnya.

“Untuk Simalungun, tahun 2016 setiap bulannya itu 731.520 kilogram untuk 48.768 KPM sedangkan tahun 2017 itu 712.950 kilogram untuk 47.530 KPM. Memang ada perubahan data dan datanya itu langsung dari provinsi,” tambahnya lagi.

Saat ini, kata Suganda, pihaknya tengah menyalurkan Rastra. “Penyalurannya sudah 50 persen. Harga per kilogram nya masih tetap, Rp1600,” ujarnya.

Suganda pun menegaskan bahwa untuk Kota Siantar, ada 3 kelurahan yang Rastranya tidak disalurkan, yakni Kelurahan Simarito, Pardomuan, dan Martoba.

“3 Kelurahan itu menunggak Rastra di tahun 2016. Untuk Simarito, tunggakannya Rp15.408.000. Untuk Pardomuan, tunggakannya Rp10.152.000 dan untuk Martoba, tunggakannya Rp22.392.000. Kalau menunggak, Rastranya tidak kita salurkan sebelum dibayar,” ungkapnya.

Tidak hanya di Siantar, 41 Nagori di Simalungun juga menunggak pembayaran Rastra tahun 2016. “Untuk Simalungun, tunggakan seluruhnya itu sekitar Rp380 juta,” pungkasnya. (fes/pra)