Dituntut 3 Tahun, Hakim Jatuhkan Vonis Bebas

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroSiantar.com, SIANTAR – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar menjatuhkan vonis bebas terhadap Edi Gunawan, seorang terdakwa tindak pidana penggelapan. Padahal, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Persidangan kilat yang diawali dari pembacaam tuntutan, dan berakhir dengan pembacaan putusan itu berlangsung, Rabu (17/5). Edi Gunawan hadir tanpa didampingi penasehat hukum.

Di ruang sidang, hadir pula Fitra Dewi Nasution SH sebagai hakim ketua, didampingi Simon Sitorus SH dan Fhytta Sipayung SH sebagai hakim anggota, serta Anna Lusianna SH sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam surat tuntutannya, Anna menyatakan, bahwa Edi terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 172 KHUPidana tentang penggelapan. “Menuntut pidana penjara selama 3 tahun terhadap terdakwa Edi Gunawan,” tegasnya.

Usai surat tuntutan dibacakan, majelis hakim menunda persidangan selama beberapa menit untuk bermusyawarah sebelum membacakan surat putusan. Selanjutnya, Fitra Dewi pun membacakan surat putusan. Fitra Dewi menyatakan, bahwa Edi tidak terbukti melanggar pasal seperti yang disangkakan JPU. “Menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa Edi Gunawan,” tegasnya.

Dan setelah membacakan surat putusan itu, Fitra Dewi mengatakan bahwa JPU memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). “Jaksa punya waktu 14 hari ya untuk kasasi,” ujarnya sebelum mengetuk palu tanda persidangan berakhir.

Ditemui usai persidangan, Anna menegaskan, dirinya pasti mengajukan kasasi. “Pasti kasasi,” tegasnya. Menurut Anna, alasan majelis hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap Edi, tidak kuat. “Masa hakim menyuruh jaksa untuk membuktikan dalih terdakwa. Harusnya hakim menyuruh terdakwa lah,” jelasnya.

Untuk diketahui, aksi penggelapan tersebut dilakukan warga Jalan Tongkol, Siantar Timur, itu pada pertengahan Desember 2016. Pria berusia 22 tahun ini dituduh menggelapkan mobil Toyota Avanza BK 1907 QK berwarna biru metalik milik Junaidi.

Sebelum mobil digelapkan, Junaidi terlebih dahulu menitipkannya di salah satu doorsmeer tempat Edi bekerja, di Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pardomuan, Siantar Timur. Dan akibat perlakuan Edi, Junaidi mengalami kerugian senilai Rp150 juta.(fes)