Waduh…1,2 Ton Mie Berformalin Disita dari Parluasan

Puluhan bal berisi mie berformalin yang disita petugas
Puluhan bal berisi mie berformalin yang disita petugas

MetroSiantar.com-Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Medan kembali melakukan penyitaan mie kuning yang diduga mengandung formalin.

Mie kuning sebanyak 1,2 ton tersebut diamankan dari 6 distributor yang ada di sekitaran Parluasan, Rabu (2/8).

Kepala Balai BPOM Medan Drs Julius Sakramento Tarigan didampingi Kepala Bidang Penindakan Ramses Hutajulu mengatakan, sebelum berhasil melakukan penitaan, pihaknya sudah terlebih dahulu mengumpulkan data dari beberapa penjual mie yang ada di luar daerah Siantar seperti Porsea, Balige, Tarutung, Sibolga dan daerah lainnya.

“Disana tidak ada produksi mie, tetapi mereka bisa berjualan. Ternyata para pedagang mengaku mendapatkan mie kuning itu dari Kota Siantar dengan menyebut inisial. Sebelum kita temukan mie ini, sudah kita gelar pemantauan dilapangan sekitar pukul lim subuh,” kata Ramses.

Untuk memastikan bahwa mie yang didistribusikan di Parluasan Kota Pematangsiantar tersebut mengandung formalin, Balai BPOM Medan langsung membawa peralatan lengkap. Namun sepitas, kata Ramses, mie yang tidak layak konsumsi dapat diketahui secara kasat mata.

“Mie ini dibuat dari boraks dan formalin, nah, untuk mengetahui mie berformalin, pertama mie terlihat agak berminyak, posturnya mie agak elastis. Tidak mudah putus, dan baunya agak teik,” terangnya.

Balai BPOM Medan mengatakan setidaknya ada lebih dari 10 pabrik mie diduga sering mencampur formalin, dan pabrik kecil disekitar Kabupaten Simalungun. Untuk mengungkap masalah ini akan dikembangkan melalui penyelidikan dari para distributor yang sedang diamankan.

“Nanti mereka ini pasti memberitahukan dari mana saja produksi mie tersebut,” jelasnya.

Ramses menambahkan, temuan kali ini semakin memperkuat temuan yang dilakukan bulan-bulan sebelumnya. Terjadinya produksi berformalin tersebut, kata Ramses, dilakukan setelah memprediksi petugas tidak melakukan pengawasan. Umumnya prosesnya dilakukan malam hari dan disalurkan subuh hari.

Dengan adanya puluhan produksi mie di kota ini, Balai BPOM Medan enggan memberikan prediksi berapa jumlah yang berhadil diproduksi setiap harinya. “Nanti akan kita kembangkan semua,” terangnya.(pam)