Tugas Berat Menanti Heriansyah

Gubernur Sumatera Utara H Tengku Erry Nuradi menyematkan tanda jabatan kepada Walikota Siantar Hefriansyah SE MM, Kamis (10/8).
Gubernur Sumatera Utara H Tengku Erry Nuradi menyematkan tanda jabatan kepada Walikota Siantar Hefriansyah SE MM, Kamis (10/8).

MetroSiantar.com-Hefriansyah sah menjadi Walikota Siantar periode 2016-2021. Tugas berat menanti. Menguras energi dan pikiran untuk mewujudkan visi dan misi, serta menuntaskan segudang persoalan yang terjadi di Siantar.

Pekerjaan tertunda semisal pembangunan Tugu Sangnaualuh Damanik, penyelesaian lahan eks HGU PTPN III di Tanjung Pinggir, jalan lingkar serta pengaktifan terminal Horas Tanjung Pinggir yang berkaitan dengan penertiban terminal liar di inti kota. Kemudian polemik Pedagang Kaki Lima (PKL), revisi RTRW, Perda Pendidikan, Ruislag SMAN 4 serta segudang pekerjaan rumah lain menanti Walikota Siantar ke-18 ini.

Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, atas nama Presiden Republik Indonesia, melantik Hefriansyah menjadi Walikota Siantar, Kamis (10/8).

Pelantikan walikota dilaksanakan di Aula Martabe Kantor Gubsu Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (10/8).

Pelantikan ini menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No:131.12-3233 tahun 2017 sekaligus memberhentikan Hefriansyah sebagai Wakil Walikota Pematangsiantar.

“Atas nama Presiden Republik Indonesia, saya Gubernur Sumut Ir H Tengku Erry Nuradi resmi melantik Hefriansyah sebagai Walikota Pematang Siantar Periode 2017-2022. Saya percaya saudara Hefriansyah dapat menjalankan amanah dan tanggungjawab sebaik-baiknya,”ujar Tengku Erry usai mengambil sumpah jabatan Walikota Pematangsiantar.

Tengku Erry berpesan kepada Hefriansyah agar bekerja dengan hati, dan melepaskan ego-ego sektoral. Saling hormat-menghormati dan menjaga persatuan dan kesatuan, serta hindari provokasi yang akan mengganggu ketertiban masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Tengku Erry juga mengucapkan selamat kepada Hefriansyah yang telah dilantik menjadi Walikota Pematangsiantar. Gubsu juga menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga Almarhum Hulman Sitorus dan berharap keluarga senantiasa diberi ketabahan dan dapat bersama-sama membangun Kota Pematangsiantar.

Setelah pelantikan Walikota, lanjut Tengku Erry, terjadi kekosongan pada posisi Wakil Walikota Pematang Siantar. Diharapkan agar proses pengusulan Wakil Walikota dapat segera dilaksanakan sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan dan perundang-undangan.

“Saya berharap dapat segera diusulkan calon wakil walikota Pematangsiantar agar dapat membantu Walikota dalam menjalankan roda pemerintahan sehingga program kerja yang telah disusun dapat berjalan maksimal,”ujar Tengku Erry.

Dalam kesempatan itu Gubsu juga berharap Pemko Pematangsiantar jeli memanfaatkan keberadaan sejumlah proyek strategis nasional yang ada di Sumatera Utara. Sebagai salah satu kota terbesar di Provinsi Sumut, Pemko Pematangsiantar dapat memanfaatkan keberadaan proyek strategis nasional di Sumut seperti halnya pembangunan jalan tol dan jalur kereta api, menjadi peluang untuk peningkatan pembangunan dan perekonomian masyarakat.

Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Kota Siantar Togar Sitorus SE yang diusulkan DPC ke DPP untuk menjadi Wakil Walikota Siantar, saat dihubungi Kamis malam mengaku sedang dalam acara adat penguburan saudaranya yang meninggal.

“Saya lagi ada acara duka,”kata Togar Sitorus.

Sebelum Togar menjabat Ketua DPD PD Kota Siantar, melalui Plt Ketua dan Plt Sekretaris DPC PD Kota Siantar telah mengajukan calon wakil walikota Siantar ke DPD dan DPP PD. Selain Togar Sitorus, nama pendamping yang diusulkan adalah Rudi Pardede. (bal/esa)