Pendaftar Calon Sekda Minim,Pansel Ancam Mengundurkan Diri

Istimewa
Istimewa

MetroSiantar.com-Panitia Seleksi (Pansel) penerima pendaftaran Sekretaris Daerah (Sekda) berencana mengundurkan diri, jika di masa perpanjangan waktu tahap terakhir, jumlahnya tidak mencapai 4 orang.

Langkah ini akan dilakukan untuk menghindari pekerjaan yang sia-sia.

Hal itu dipertegas salah satu anggota Pansel  calon Sekda Kota Siantar Drs Robert Siregar PhD, Selasa (10/10).

Dijelaskan Robert, langkah ini kemungkinan besar akan terjadi jika saja Walikota Pematangsiantar Hefriansyah tidak mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah memenuhi syarat sebagai calon Sekda untuk mengikuti seleksi. Namun untuk memastikan itu, Robert Siregar mengaku dalam waktu dekat akan kembali menggelar rapat bersama Walikota Siantar untuk menyatukan persepsi.

“Rencana rapat Kamis besok. Nah, kalau toh juga tidak ada yang mendaftarkan diri, usul dari saya lebih baik Pansel ini mengundurkan diri. Kawan-kawan pun juga sepertinya sepakat untuk mengundurkan diri, kalau memang diperpanjangan terakhir ini tidak ada yang berminat mendaftarkan diri jadi calon Sekda. Itu sesuai dengan komunikasi yang kami lakukan beberapa hari ini. Ngapain kita bekerja kalau tidak ada hasilnya,” katanya.

Ketika ditanyakan apakah Pelaksana Tugas (Plt) Sekda bisa berkesempatan menjadi Sekda defenitif jika saja peminat Sekda tidak ada. Menurut Robert Siregar, sejauh ini tidak ada ketentuan yang membenarkannya karena sudah diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017.

“Semua jabatan pratama harus melalui seleksi. Itu sudah final. Kalau tidak ada yang mendaftarkan diri maka Plt lah terus nanti Sekda di Siantar ini,” ucap Direktur Pasca Sarjana Universitas Simalungun tersebut.

Dijelaskan, seleksi terbuka sesuai dengan surat Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor B/Yt.I/M.SM.99/2017 tertanggal 31 Juli 2017 perihal tata cara pengisian JPT Pratama Sekda, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS pada tanggal 7 April 2017.

Khusus jabatan Sekda sesuai dengan pasal 107c PP nomor 11 tahun 2017, menyebutkan bahwa persyaratan untuk diangkat dalam JPT pratama, antara lain, pertama, memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah sarjana atau diploma IV. Kedua, memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan kompetensi sosila kultural sesuai dengan standar kompetensi jabatan yang ditetapkan. Ketiga, memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan jabatan yang akan diduduki sera kumulatif paling kurang selama 5 tahun.

Keempat, sedang atau pernah menduduki jabatan administrator atau jenjang ahli madya  paling singkat 2 tahun. Kelima, memiliki rekam jejak jabatan, integritas, dan moralitas yang baik. Keenam, usia paling tinggi 56 tahun dan sehat jasmani dan rohani.

Dengan jabatan Plt Sekda, kata Robert, dampak buruknya untuk masyarakat Kota Pematangsiantar, karena wewenang Plt Sekda dengan Sekda defenitif ada perbedaan.(pam/esa/ms)