Rumah PNS Disdik Pemko Terbakar, Hebohkan Warga

Hotlia Togatorop pemilik rumah yang terbakar menangis
METRO SIANTAR/DHEV BAKKARA
Hotlia Togatorop pemilik rumah yang terbakar menangis

MetroSiantar.com, SIMALUNGUN – Kebakaran kembali terjadi  di Dusun Gurgur, Nagori Simpang Pane, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun. Walau tidak ada korban, namun suasana dilokasi kebakaran sempat mengundang perhatian masyarakat sekitar, Jumat (10/3) sekitar 11.00 WIB. Ini menambah deretan peristiwa kebakaran dalam seminggu terakhir ini.

Kebakaran diduga berasal dari kulkas yang berada di ruang dapur. Seketika asap mengepul keluar dari dalam bangunan berukuran 10 kali 20 meter tersebut. Saat kejadian, Jhonson Sitinjak sedang kerja di kantor Disdik Siantar sedangkan istrinya Hotlia boru Togatorop sedang bekerja mengajar di SMP Negeri 2 di Jalan Kartini Atas. Jhonson yang memiliki jabatan sebagai Pejabat Pembuat Komitmet Dana Alokasi Khusus (PPK DAK) Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar ini baru mengetahui kabar buruk ini setelah mendapat informasi dari warga.

Beruntung, sejumlah warga yang sedang menanan padi melihat asap dari dalam rumah. Dengan sigap, mereka saling berteriak berlari menuju rumah beratap merah tua itu. Dan dibantu warga yang sedang berada di dusun tersebut, api dengan cepat bisa dipadamkan dengan menyirami menggunakan ember dan peralatan lainnya. Disisi rumah ini, ada kolam ikan dan itu memudahkan waga mengambil air.

“Tadi kita lagi kerja memanen padi, tiba-tiba lihat asap. Kami berhamburan dan langsung mencoba memadamkan. Sampai kami pecahkanlah kaca jendela supaya bisa masuk. Rupanya pintu juga terbuka. Kalau tidak bisa masuk, sudah hangus ini rumah. Kita lihat tadi kulkas terbakar dengan mengeluarkan api besar. Apinya hampir merambat ke bahan bangunan lainnya,” kata Bermarga Tampubolon dengan nafas tersenggal-sengga karena kecapean.

Dalam kondisi sebagian tubuhnya terlihat menghitam, marga Tampubolon tersebut mengaku bahwa salah satu dari antara mereka sempat memutuskan sambungan listrik dengan memotong salah satu kabel. “Langsung dipukulkan tadi supaya kebakaran tidak merembes,” ucapnya.

Beberapa warga berusaha mengangkat barang-barang berharga yang bisa diselamatkan. Ditengah upaya masyarakat ini, 5 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemko Pematangsiantar juga tiba dilokasi. Saat itu api sudah padam, namun untuk memastikanya, personil Damkar tetap melakukan penyemprotan bahkan merusak plafon rumah agar bisa menyiram bagian atas. Sejumlah petugas dari TNI dan Polres Panei Tongah sempat turun kelokasi untuk memberikan pengaman dan mengatur lalu lintas.

Menurut Jhonson Sitinjak, rumah yang baru tiga tahun dibangun itu biasanya kosong, dan pintunya sering terbuka. “Memang jarang kita kunci rumah ini makanya bisa cepat masuk (warga) memadamkannya. Kita tinggalkan rumah tadi pagi, dan saat itu sedang di kantor” ucapnya. (pam)