Irigasi Kembali Jebol, 500 Ha Sawah Kekeringan

Ilustrasi Sawah
Ilustrasi Sawah

MetroSiantar.com, TANAH JAWA – Saluran irigasi di Huta Suka Selamat, Nagori Bah Jambi II, Kecamatan Tanah Jawa kembali jebol pada Kamis (11/5) sore. Akibatnya , 500 Hektare areal persawahan mengalami kekeringan.

Sebelumnya, saluran irigas ini sudah longsor pada Selasa (2/5) sore. Sehingga longsor ini mengubah saluran irigasi menjadi jurang yang cukup dalam. Jika tadinya saluran irigasi lebar 4 meter dengan kedalaman 2 meter, kini pasca longsor, lebar menjadi 15 meter dan kedalam menjadi 25 meter.

Pada Senin (15/5) kemarin, Pangulu Bah Jambi II Indra AP Saragih mengatakan, pasca longsor pertama, warga langsung melakukan gotong royong massal di atas lokasi longsor. Saluran air dialihkan ke tempat lain. Dengan cara demikian, kondisi tanah di lokasi tanah longsor tidak bertambah parah, sebab di akhir Mei 2017, Pemkab Simalungun akan melakukan perbaikan di tanah longsor.

Namun, bencana longsr kembali terjadi. Hujan deras yang turun sejak Kamis sore hingga malam membuat luapan air banjir kiriman menerobos ke hilir. Sepanjang 100 meter saluran irigasi tembok beton, amblas. Tembok beton kiri –kanan irigasi jebol langsung dan membuat jurang dengan kedalaman 25 meter.

Akibat longsor susulan tersebut, pihak UPTD PSDA Tanah Jawa membuat rapat kordinasi dengan petani Nagori Bah Jambi II dan petani Nagori Totap Majawa, Jumat (12/5) di Totap Majawa. Rapat kordinasi menghasilkan kesepakatan yang intinya melakukan penimbunan di lokasi yang longsor. Dalam kegiatan gotong royong, warga Totap Majawa memberikan bantuan dalam bentuk konsumsi. Pihak PSDA akan melakukan pembangunan pada irigasi yang longsor.

Lahan pertanian yang dilintasi oleh pembangunan perbaikan saluran irigasi yang rusak akan diberi ganti rugi. Namun demikian, Kamis (18/5) akan dilakukan rapat kembali untuk menyempurnakan seluruh kegiatan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, akibat longsornya saluran irigasi itu, diprediksi sekitar 500 hektere lahan padi sawah mengalami gagal tanam. Padahal mayoritas petani sudah melakukan pembibitan atau semai di sawah masing-masing. Demi tercapainya proses perbaikan saluran irigasi, terpaksa debit air di saluran irigasi dimatikan total. Dengan demikian, petani  yang sudah sempat  membuat pembibitan padi di sawah masing-masing, terpaksa menunda pola tanam. (iwa/pra/ms)