15 Jam Hilang, Arza Ditemukan Meninggal di Saluran Drainase

Keluarga menangisi jenazah Arza
Keluarga menangisi jenazah Arza

MetroSiantar.com-Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, berharap Arza Qiano (16), dapat ditemukan dalam keadaan hidup dan pulang kembali kepangkuan ibunda setelah dicari semalaman, namun takdir berkata lain, Arza ditemukan oleh Warga Huta Suka Rakyat III, Kelurahan Kerasaan, Kecamatan Pematang Bandar, disebuah aliran irigasi sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Sebelumnya, Rabu (9/8) sekira pukul 18.30 WIB, Arza Quino diketahui tak kunjung pulang kerumah hingga malam hari. Melihat anaknya yang tidak kunjung pulang itu, Aprida (25) sang ibunda berusaha mencari anak ke-2nya dari 3 bersaudara itu keliling kampung.

Upaya pencarian itu ternyata mengundang reaksi masyarakat hingga ke Pangulu Syahrul Ginting untuk turut ikut mencarinya.

Usut punya usut yang dilakukan oleh pangulu dan warga, akhirnya diketahui bahwa Arza terakhir kali diperkirakan sekitar pukul 16.00 WIB, bersama teman-temannya sedang mencari ikan di Saluran Irigasi yang berada di Huta IIB, Nagori Marihat Bukit, Kecamatan Gunung Malela.

Berdasarkan informasi tersebut, akhirnya warga pun mencari korban disepanjang aliran irigasi tersebut bersama polisi yang sebelumnya sudah datang karena adanya laporan warga.

Upaya pencarian itu sepanjang malam terus dilakukan oleh Pangulu Marihat Bukit dan warganya yang dibantu juga oleh Pangulu Sahkuda Bayu juga bersama warganya. Malam itu upaya pencarian sempat dihentikan oleh para warga karena sekira pukul 23.45 WIB, karena hujan lebat rurun tiba-riba. Warga pun menghentikan sementara upaya pencarian tersebut.

Akhirnya setelah 15 Jam kemudian, Kamis (10/8) sekira pukul 07.00 WIB, Arza diketemukan oleh salah seorang petani di Huta Suka Rakyat III, Kelurahan Kerasaan, Kecamatan Pematang Bandar, sudah dalam keadaan meninggal dunia terapung dipermukaan air Saluran Irigasi yang ada di Kelurahan Kerasaan tersebut. Awalnya warga yang hendak pergi keladangnya melihat ada sebuah boneka terapung di sekat sebuah Bendungan Irigasi yang ada di daerah itu.

Merasa penasaran, Jekson Samosir (30) sang petani itupun mencoba mendekati benda yang terapung tersebut dengan mengikutinya kearah arus air yang membawa benda itu. Betapa terkejutnya Jekson saat dilihatnya dengan seksama ternyata jasad seorang anak-anak. Melihat hal tersebut, Jekson pun memberitahukannya kepada warga lainnya, dan pihak kepolisian.

Sebelumnya juga ada beberapa warga sekitar lokasi penemuan yang sudah mengetahui kabar bahwa sehari sebelumnya ada seoarang anak yang hilang disaluran irigasi yang sama. Selanjutnya beberapa warga pun menghubungi Mapolsek Bangun dan pihak Nagori Marihat Bandar untuk melihat jasad yang mereka temukan.

Setelah tiba dilokasi penemuan dan melihat jasad korban, keluarga korban pun menyatakan bahwa jasad tersebut benar adalah Arza Qiano. Dengan disaksikan oleh Plh Kapolsek Perdagangan AKP P Simatupang dan Camat Pematang Bandar Juraini Purba MSi, akhirnya jenazah korbanpun diboyong kerumah duka. Sesampainya dirumah duka, tim medis pun memeriksa keadaan jasad korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dari Tim Medis dari Puskesmas Bah Jambi yang disaksikan oleh Kanit Reskrim Polsek Bangun, Camat Gunung Malela dan Pangulu Marihat Bandar serta pihak keluarga, tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan bekas penganiayaan. Dan dengan membuat surat pernyataan tidak keberatan dan membenarkan bahwa Arza meninggal karena tenggelam, akhirnya jenazah Arza pun disemayamkan dirumah duka.

Kapolsek Bangun AKP JR Sinaga yang didampingi Kanit Reskrimnya Iptu Juni Hendrianto membenarkan bahwa anak yang dinyatakan hilang pada sehari sebelumnya sudah diketemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Saat ini jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dikebumikan, turut JR Sinaga. (adi)