Proyek Perbaikan Jalan Simpang Dolok Malangir-Laras Senilai Rp6 M Diduga Gunakan Material Bekas

Suyadi/MetroSiantar
Dua pekerja sedang menutup lubang jalan pada proyek peningkatan jalan jurusan Simpang Dolok Malangir-Laras, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Selasa (10/10).
Suyadi/MetroSIantar
Suyadi/MetroSiantar Dua pekerja sedang menutup lubang jalan pada proyek peningkatan jalan jurusan Simpang Dolok Malangir-Laras, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Selasa (10/10).

MetroSiantar.com-Peningkatan jalan jurusan Simpang Dolok Malangir-Laras, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, dikritik pengguna jalan dan warga. Pasalnya penyisipan terhadap lubang timbunan Base B menggunakan material Base B yang berasal di pinggir badan jalan, bukan menggunakan material Base B yang baru.

“Kami sebagai warga Serbalawan meminta agar pengerjaan perbaikan jalan yang sudah belasan tahun kami idam-idamkan, dikerjakan secara benar dan professional. Apalagi anggarannya mencapai Rp6 Milyar lebih”,ujar Arifin (48), warga Serbalawan, kepada kru koran ini saat ditemui di Serbalawan, Selasa (10/10).

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh pemuda Serbalawan Hanafi Rangkuti, yang juga menyesalkan terkait cara pengerjaan proyek tersebut.

“Harusnya Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mengawasi pekerjaan secara detail. Agar pengerjaannya sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan sesuai dengan RAB,”pungkas Hanafi kesal.

Menurut Hanafi, biasanya timbunan jenis Base B sudah dilakukan sebelum Base A sebagai penguatan dan pengerasan kekuatan jalan terhadap beban. Jika proses penimbunan awal memakai Base B, setelah sekitar 20 hari ada penurunan dan timbul lubang baru maka harus ditimbun kembali dengan material Base B yang baru.

Amatan kru koran ini saat mendatangi jalan yang dalam pengerjaan perbaikan, terlihat tampak ada dua pekerja sedang melakukan penambalan lubang-lubang yang timbul di antara timbunan Base B di jalan yang masih dalam tahapan pengerjaan tersebut.

Pengerjaan yang dilakukan tersebut dikerjakan oleh dua orang pekerja, di Jalan Umum Simpang Dolok Merangir-Laras, Nagori Merangir I, Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Keduanya tampak sibuk mengambil material Base B yang berada di pinggiran jalan untuk menutup jalan yang berlubang di antara timbunan Base B. Tampak warna dari Base B tersebut sudah berbeda dengan warna Base B yang sudah ada.

Saat ditemui salah seorang pekerja di lapangan yang sedang melakukan penimbunan tersebut, ketika ditanyai siapa yang menyuruh pekerjaan tersebut, pekerja tersebut hanya mengatakan kalau mereka hanya pekerja dan hanya disuruh.

Berdasarkan plank yang terpasang, proyek tersebut bernama Peningkatan Jalan Jurusan Simpang Dolok Malangir-Laras, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Simalungun Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp6.857.877.400 yang dikerjakan oleh PT Surya Anugrah Multi Karya, dengan masa pengerjaan selama 160 hari kalender kerja. (adi/esa/ms)