Jembatan Penghubung Amblas, Dua Nagori di Bandar Huluan Terancam Terisolasi

Warga menunjukkan jembatan yang amblas
Warga menunjukkan jembatan yang amblas

MetroSiantar.com-Jembatan yang menghubungkan Nagori (Desa, red) Purwosari, Kecamatan Pematang Bandar dengan Nagori Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan, Simalungun, amblas.

Penyebab rusaknya jembatan diduga akibat tergerus sungai di bawahnya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun amblasnya jembatan itu membuat dua desa dari dua kecamatan tersebut terisolasi. Saat ini kondisi jembatan tidak dapat lagi dilalui kendaraan roda empat dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Itupun harus ekstra hati-hati.

Jumangin Damanik, salah seorang warga kepada wartawan koran ini, Selasa (10/10) mengatakan, amblasnya jembatan akibat tergerus arus sungai.

“Peristiwanya terjadi sekira satu minggu lalu. Namun hingga kini belum ada perbaikan dan dikhawatirkan kondisinya semakin parah. Bahkan kalau tidak segera diperbaiki, jembatan ini bisa jatuh ke sungai,” ujarnya.

Dia menambahkan, jembatan ini sebelumnya dibangun lewat swadaya masyarakat sekitar setahun lalu. “Sejak jembatan amblas, aktifitas warga menjadi terganggu. Sebab jembatan ini merupakan akses satu-satunya bagi warga untuk mengeluarkan hasil pertanian untuk dijual ke pasar,” jelasnya.

Terpisah, Pangulu Nagori Purwosari Naspianto mengatakan, jika tidak cepat diperbaiki, jembatan ini akan jatuh ke sungai dan kedua nagori dari dua kecamatan itu bakal terisolir. S

ebelumnya Naspianto juga sudah berulangkali mengajukan ke beberapa anggota DPRD Simalungun dan Dinas PU untuk membangun jembatan permanent, namun hingga kini belum ada tanggapan. “Jembatan ini dibangun melalui.swadaya masyarakat, sehingga saya mengajukan agar dibangun dengan permanen,” ujarnya.

Ia berharap kepada dinas terkait untuk dapat bergerak cepat memperbaiki jembatan yang amblas ini, sehingga aktifitas warga dapat kembali normal. (jay/hez/ms)