Harga Rastra Naik Rp5 Ribu per Karung! Lurah Haranggaol: Mana Kuitansinya?

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroSiantar.com-Masyarakat Haranggaol yang terdaftar sebagai rumah tangga sasaran (RTS) penerima manfaat program beras sejahtera (Rastra) di Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horison, resah dengan kenaikan harga beras raskin Rp5 ribu per karung.

Beberapa ketua RT dari sebelas RT yang ada di Kelurahan Haranggaol menjual rastra kepada masyarakat seharga Rp2.650 per kg atau Rp40.000 per karung (isi 15 kg). Sebelumnya harganya hanya Rp35 ribu per karung isi 15 kg. Tindakan ini jelas sudah menyalahi aturan sebab pemerintah telah menetapkan harga raskin Rp1.600 per kg.

Salah seorang warga RT.06 ,R Lingga mengataka, pada hari Jumat (10/11), pihak RT membagikan rastra dan menaikkan harga secara sepihak. Harga rastra yang sebelumnya dijual seharga Rp35 ribu per karung, itupun sudah menyalahi aturan pemerintah, naik menjadi Rp40 ribu. Ia berharap agar permasalahan ini dapat diselesaikan oleh pihak terkait seperti Camat dan Lurah setempat supaya harga rastra dikembalikan pada harga normal, agar tidak menimbulkan gejolak d itengah masyarakat.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang warga RT.04 Kelurahan Haranggaol, J.Purba yang merasa kecewa atas tindakan ketua RT menaikkan harga raskin yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Kita tahu sesuai ketentuan harga raskin per karung (isi 15kg)  dari pemerintah Rp24 ribu per karung, namun dijual oleh ketua RT di sini Rp40 ribu per karung. Kalau dihitung-hitung sudah dinaikkan oleh ketua RT Rp16 ribu per karung dari harga yang ditetapkan pemerintah,” ini jelas J Purba.

Pihaknya berharap agar pihak terkait segera mengevaluasi dan meninjau kinerja para ketua RT yang telah menaikkan harga raskin dan membuat resah masyarakat.

Seorang ibu rumah tangga R.Simarmata juga menceritakan, bahwa harga beras rastra yang beredar di Kelurahan Haranggaol dibandrol dengan harga Rp40 ribu per karung ukuran 15 kg.

Dihubungi via seluler Lurah Haranggaol Parlindungan Tarigan menyatakan bahwa tidak ada ketua RT yang menjual rastra dengan harga Rp40 ribu per karung.

“Saya sudah cek kelapangan dan sudah saya tanya kepada ketua RT, mereka jual sesuai harga yang dianjurkan pemerintah kata mereka kepada saya,” jelas Lurah Haranggaol tanpa merinci berapa harga yang dipatok oleh ketua RT kepada masyarakat yang membeli rastra.

“ Pokoknya harga pemerintah lah” tegasnya.

Parlindungan Tarigan juga meminta kepada masyarakat yang membeli rastra dengan harga Rp40 ribu per karung menunjukkan bukti pembelian atau kuitansi sebagai alat bukti yang sah.

“Siapa itu orangnya yang membeli rastra dengan harga seperti itu?  Apa ada buktinya, ada tanda terimanya? ” katanya. (sug/syaf/ms)