SEHARI, TIGA TEWAS DI JALAN RAYA

Jenazah Dimas warga Nagori Bahung Kahean, Kecamatan Dolok Batunanggar Kabupaten Simalungun saat berada di ruang instalasi jenazah RSUD dr Djasamen Saragih.
Suyadi/MetroSiantar
Jenazah Dimas warga Nagori Bahung Kahean, Kecamatan Dolok Batunanggar Kabupaten Simalungun saat berada di ruang instalasi jenazah RSUD dr Djasamen Saragih.

MetroSiantar.com-Jalan raya bisa mengundang maut bila tidak hati-hati. Buktinya, dalam sehari ada dua kecelakaan mengakibatkan tiga orang meninggal dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Dua pemuda warga Nagori Sejahtera, Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Deddy Krismanto Purba (25) dan Robinson Eko Tua Sinaga (30), meninggal setelah mengalami kecelakaan lalulintas di Jalan Medan KM 4,5 depan RS Horas Insani, Selasa (14/11) sekira Pukul 02.30 WIB. Kedua korban mengendarai sepedamotor Honda Supra BK 3041 TAL bertabrakan dengan mobil Grand Vitara BB 1946 NA. Diduga mobil yang dikendarai Acmad ini mengambil jalur terlalu ke kanan sehingga bertabrakan dengan sepeda motor. Kedua pemuda itu pun sempat terseret dan Krismanto meninggal dunia di  lokasi kejadian.

Sementara malam di hari yang sama sekira Pukul 19.30 WIB, Honda Beat BK 3516 TAZ dikemudikan Dimas (17,) warga Nagori Bahung Kahean, Kecamatan Dolok Batunanggar Kabupaten Simalungun, bertabrakan dengan mobil pick up Suzuki Carry BK 8386 DY yang dikemudikan Tri Susanto (25) warga Pasar IV, Paya Lombang, Kabupaten Serdang Bedagai di Jalan Umum Pematangsiantar Tebing Tinggi, Simpang Batu Silangit, Nagori Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok.

Dimas, pengendara sepeda motor, mengalami luka berat hingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara, sedangkan Tri Susanto dan penumpangnya, Nurtawan (60) yang merupakan ibunda Tri Susanto, mengalami luka-luka. Nurtawan sendiri, menjalani perawatan di RS Mina Padi Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, dan Tri Susanto menjalani perawatan jalan di RS Vita Insani Pematangsiantar.

Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, saat itu Tri Susanto yang mengemudikan mobilnya dari arah Tebing Tinggi menuju arah Pematangsiantar diduga hendak mendahului sebuah truk trailer di depannya.

Namun sayang, di saat yang bersamaan muncul Dimas yang melaju dari arah berlawanan dan juga sedang berusaha mendahului mobil di sampingnya. Akhirnya, tabrakan pun tidak bisa dihindarkan lagi oleh kedua kendaraan tersebut. Kerasnya benturan antara kedua kendaraan tersebut membuat Dimas mengalami luka berat hingg meninggal dunia, sedangkan sepeda motornya pun rusak parah.

Sementara itu, mobil pick-up Suzuki Carry yang dikemudikan oleh Tri Susanto, mengalami rusak berat di bagian kanan.

Kejadian tersebut membuat terjadinya kemacatan karena mobil dan sepeda motor berada di tengah jalan. Tak selang beberapa lama, personil Pos Lantas Dolok Merangir pun tiba di lokasi kejadian dan disusul kedatangan Unit Laka Lantas Polres Simalungun, untuk melakukan evakuasi jasad Dimas dan melakukan olah TKP serta pengaturan lalu lintas.

Saat ditemui, Tri Susanto saat di lokasi kejadian menuturkan bahwa dirinya bersama ibunya seperti biasanya bermaksud hendak berbelanja sayur di Pasar Dwikora Pematangsiantar. Rencananya seperti biasa hasil belanjaan mereka akan dijual kembali di Tebing Tinggi.

“Aku tadi sudah motong mobil trailler di depan, tapi tiba- tiba kereta itu datang dari arah Siantar juga motong mobil Xenia sehingga tabrakan dengan mobilku. Habis aku tabrakan mobil truk juga menabrak mobil kami dari belakang”,katanya, sembari menahan rasa pedih akibat luka yang dideritanya di bagian wajah, kaki serta dadanya.

Diakui Tri Susanto, saat ditemui di IGD RS Vita Insani, sebelum berangkat dirinya merasa ada sesuatu yang berat dirasakannya, bahkan ibunya pun sempat menyuruhnya agar membawa temannya saja, dan ibunya tidak turut ikut berbelanja.

“Aku memang berat pergi bang, berat kali rasanya. Ibu ku pun sempat menyuruhku agar membawa temanku saja. Namun karena sudah menjadi tugas sehari-hari mau tak mau kami berdua pun pergi bang. Eh rupanya inilah yang terjadi bang”,ungkap Tri.

Peter (17) warga Pematangsiantar yang mengaku sebagai teman Dimas, saat ditemui di Ruang Jenazah RSUD Djasamen Saragih bersama teman-temannya mengatakan, korban merupakan rekannya satu klub motor.

“Korban ini baik dan pendiam bang. Kami tahunya dari kawan-kawan bang, makanya kami kemari”,ujarnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Hendri ND Barus SH SIK melalui Kanit Laka Lantas Iptu J Silalahi menyampaikan bahwa kasus tersebut sudah ditangani oleh pihaknya. Sejauh ini pihaknya sudah melakukan olah TKP dan membawa korban yang meninggal dunia ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar.