Ibu-ibu Ancam Demo PLN karena Sering Lakukan Pemadaman Listrik

Logo-PLN

MetroSiantar.com-Seringnya pemadaman listrik dalam sebulan terakhir di Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun, membuat kaum ibu resah.

Tak hanya geram, mereka juga mengancam akan melakukan aksi demontrasi ke PLN jika pemadaman masih terus terulang.

Salah seorang ibu, Lina Br Sidabutar (32) kepada awak koran ini, Rabu (6/11), menyesalkan seringnya pemadaman listrik yang terjadi itu. Karena selain mengganggu kegiatannya sebagai ibu rumah tangga, juga mengakibatkan kegiatan belajar anak-anaknya ikut terganggu.

“Saya sudah mengajak ibu-ibu yang lain untuk ikut demonstrasi ke PLN Parapat jika lampu masih sering mati,” tutur Lina.

Dirinya juga mengaku sering emosi jika listrik padam, apalagi saat memasak nasi. Sebab pemadaman yang dilakukan bisa selama 4 jam lebih. Akibatnya, nasi yang sudah terlanjut dimasak di rice cooker-pun batal masak.

“Naik pitam jadinya, terpaksalah harus dipindah ke kukusan. Kalau tidak nasinya mentah dan tidak bisa dimakan,” imbuhnya.

Kekesalan ibu tiga orang anak ini tidak hanya sampai di situ. Selain itu menurutnya, tarif listrik kian melonjak sejak tahun 2017 ini. Hal itu tidak diimbangi dengan mutu pelayanan dari PLN Parapat. Baginya, seharusnya ada perimbangan antara naiknya tarif listrik dengan mutu layanan PLN.

“Tarif naik, tapi mutu layanan rendah. Sangat tidak professional. Sementara kami harus menanggung beban listrik yang termasuk sangat tinggi sekarang ini. Seringnya mati lampu juga mengakibatkan rusaknya magicom saya,” terang Lina sembari menunjukkan magicom yang pemanasnya sudah tidak berfungsi lagi.

Selain Lina, boru Gultom warga Huta Tonga juga mengeluhkan hal yang sama. Kerap mati lampu, membuat ibu yang sedang merintis usaha penetasan telur skala kecil dengan menggunakan arus listrik ini menjadi merugi. Sebab, telur yang seharusnya menetas tanggal 28 November lalu, semuanya menjadi busuk.

“Semua gagal, semuanya jadi busuk dan tak satupun yang jadi,” tutur boru Gultom dengan raut wajah kesal sambil menunjukkan 60 butir telur busuk yang terpaksa dia buang akibat gagal menetas.

Ketika dikonfirmasi terkait seringnya pemadaman listrik, oknum Kepala PLN Parapat belum berhasil ditemui dan disebut-sebut sedang berada di luar kantor.

Namun melalui salah seorang stafnya bermarga Tarigan, ketika ditemui di kantor PLN Parapat, Rabu (6/11), mengakui kalau di sekitar Pondok Bulu sekitarnya memang sering terjadi pemadaman listrik.

Dia juga menuturkan, seringnya pemadaman listrik yang terjadi diakibatkan kondisi alam, dimana tingginya curah hujan, petir dan angin yang berhembus cukup kencang di sepanjang akhir tahun ini berdampak pada banyaknya pohon tumbang yang memutuskan kabel lstrik milik PLN.

“Jika sudah kondisi alam, kami terpaksa memutus aliran listrik sementara saat melakukan perbaikan. Kami juga tidak berharap ada ganguan di jaringan kami,” tutur Tarigan yang mengaku menangani bagian teknik di PLN Parapat.

Sebagai bentuk perbaikan layanan, Tarigan menjelaskan bahwa pihaknya kini telah melakukan pembangunan jaringan bawah tanah. Dimana kabel listrik akan ditanam untuk menghindari pohon tumbang dan kendala alam lainnya. Program ini juga sedang berjalan saat ini dan diperkirakan akan rampung pada bulan Februari tahun 2018.

“Jika kabel tanam sudah digunakan, saya yakin lampu akan jarang mati, dan jika ada kendala pada jaringan tanam, maka akan kita alihkan ke jaringan kabel biasa yang akan tetap kita gunakan sebagai back-up,” terangnya.(ana/hez/ms)