Warga Buttu Turunan dan Bosar Nauli Gotong Royong Massal Perbaiki Jalan

istimewa/MetroSiantar
Warga saat bergotongroyong memperbaiki jalan rusak di Nagori Buttu Turunan dan Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan.

MetroSiantar.com-Ratusan warga dari dua desa, Buttu Turunan dan Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, melakukan gotong royong massal memperbaiki jalan rusak, Jumat (8/12) lalu.

Inisiatif kegiatan muncul, karena masyarakat merasa prihatin dengan kondisi jalan yang semakin rusak parah di daerah itu. Sejumlah dusun (huta) di dua desa sulit dijangkau karena sarana jalan tidak layak dilintasi kendaraan.

Dari Dusun Titi Beton menuju Silobosar, misalnya, jalan penghubung penuh dengan lubang, bergelombang dan dilapisi batu-batu besar yang berserak tidak teratur. Selain itu, jalan sepanjang kira-kira 3 kilometer itu tidak ditopang sistem drainase yang baik, sehingga banjir mengikis badan setiap musim hujan.

Antusiasme warga mengikuti gotong royong tampak sangat tinggi. Sejak pagi pukul 08.00 WIB, mereka mulai bahu membahu bergotong royong. Jalan berlobang diisi dengan batu-batu dan dipadatkan dengan tanah.

“Setelah gotongroyong, kondisi jalan sudah lebih baik. Sudah nyaman dilalui. Kita patut berterimakasih kepada warga,” ujar P Hutapea,  salah seorang warga Huta Silo Bosar.

Dia mengatakan, aksi gotong royong massal itu merupakan antusiasme masyarakat yang juga dihadiri dan disokong perangkat desa. Pangulu Bosar Nauli Suriatin tampak hadir mendampingi warga yang bergotong royong. Sementara Pangulu Nagori Buntuturunan diwakili Sekdes Edi Suprianto. Sejumlah kepala dusun (gamot) juga ikut bergotong royong.

Sejumlah pengusaha lokal juga ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka menyumbang batu padas guna menambal jalan-jalan yang bergelombang dan berlubang.

Masyarakat berharap, tradisi gotong royong sebagai warisan kearifan lokal sebaiknya terus digalakkan. Selain bisa merajut solidaritas sosial, kegiatan itu bisa jadi contoh yang baik bagi masyarakat banyak.

“Tapi sebaliknya, respon pemerintah juga dibutuhkan, harus ikut menyokong. Jangan jadi penonton. Masyakat harus didukung dengan program-program penyejahteraan,” ujar salah seorang perantau, yang enggan namanya ditulis. (PMS/ms)