Polisi Tinjau Proyek Rabat Beton di Parriasan

Metro Siantar
Bhabinkamtibmas diwakili Aiptu J Sitompul, didampingi TPK Nagori dan gamot, meninjau proyek pengerasan rabat beton di Nagori Parriasan, Kecamatan Jorlang Hataran.

MetroSiantar.com – Personel Polsek Tiga Balata melalui Bhabinkamtibmas diwakili Aiptu J Sitompul, didampingi TPK Nagori dan gamot, meninjau proyek pengerasan rabat beton di Nagori Parriasan, Kecamatan Jorlang Hataran, tepatnya di Dusun Simpang Pangkalan Buntu, Kabupaten Simlaungun, kemarin.

Peninjauan ini terkait pemberitaan media Harian METRO SIANTAR edisi Selasa (8/1), perihal pengerasaan rabat beton di Nagori Parriasan, Kecamatan Jorlang Hataran, tepatnya di Dusun Simpang Pangkalan Buntu, yang diduga dikerjakan oleh TPK Nagori, asal jadi.

(Baca: Di Nagori Parriasan, Pengerasan Rabat Beton Asal Jadi)

Sebelum meninjau ke lapangan, Bhabinkamtibmas Aiptu J Sitompul terlebih dahulu menyambangi kantor pangulu guna berkordinasi dengan Pangulu Nagori Parriasan Ronatio Silalahi. Pada kesempatan ini, pangulu sangat mengapresiasi pengawasan yang dilakukan Bhabinkamtibmas.

“Tugas saya dalam hal kegiatan fisik adalah sebagai pembina, namun yang mengerjakan fisik kegiatan adalah Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Nagori,” ujarnya. Setelah koordinasi dengan pangulu, selanjutnya, Aiptu J.Silalahi mengajak TPK Nagori dan gamot, serta insan pers untuk langsung meninjau ke lapangan guna menangapi pemberitaan terkait kegiatan fisik rabat beton tersebut.

Setelah melihat kondisi fisik kegiatan yang sudah selesai dikerjakan, Aiptu J Sitompul mengaku, melihat kondisi bangunan bagus.

“Kondisi bangunan saya lihat bagus-bagus saja, namun terkait penilaian perihal kwalitas bangunan yang berhak menentukan adalah instansi terkait. Kita hanya sebatas pengawasan,” tukasnya.

Ketua TPK Nagori Nagori Alboin Siahaan mengatakan, pengerjaan rabat beton sudah sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan sudah diadakan trial oleh pendamping desa. Gamot Dusun Simpang Pangkalan Buntu Alatan Sinaga menambahkan, rabat beton sepanjang 84 meter ini dikerjakan selama tiga hari.

“Perihal kwalitas, pasir yang bercampur dengan batu apung dan kayu-kecil tidak menurunkan kwalitas bangunan. Sisa batu pecah yang disisipkan di sela pembatas bangunan guna untuk meningkatkan daya tahan bangunan, agar tidak mudah retak,” katanya.

Terpisah, Staf Inspektorat Simalungun Edi Silitonga, ketika dikonfirmasi via selulernya mengatakan, jika ada aduan masyarakat terkait bangunan rabat beton tersebut, dan perintah dari pimpinan, maka pihaknya siap turun ke lapangan untuk langsung memeriksa ke lokasi. (fis/ahu)