DUH…ADA TENGKORAK BAYI DI KEBUN SAWIT

Tengkorak bayi yang ditemukan di kebun sawit.
Tengkorak bayi yang ditemukan di kebun sawit.

MetroSiantar.com-Diduga tengkorak bayi ditemukan di lokasi perkebunan sawit warga di Desa Bulusonik Kecamatan Barumun. Tulang belulang yang hanya menyisakan tengkorak kepala itu ditemukan seorang warga saat hendak memanen sawit.

Informasi yang dihimpun Metro Tabagsel dari Tukimin, warga yang menemukan tengkorak ini, menyebut, awalnya ia hendak memanen sawit, Senin (4/12) sekira pukul 10.00 WIB di lokasi kebun yang berseberangan dengan masjid di desa itu. Atau hanya berjarak seratusan meter dari pemukiman warga.

Di situ, Tukimin curiga dengan tumpukan selendang, popok, tak jauh dari pinggir sungai yang memisahkan masjid dengan lokasi kebun warga tersebut. Keanehan yang tak biasa itu semakin curiga saat Tukimin menemukan tumpukan tengkorak yang sudah tak utuh lagi, dan sudah bersatu dengan tanah.

Temuan tengkorak lengkap dengan selendang dan popok itu ditanam. Begitu pulang ke rumah, Tukimin merasa tak enak. Lalu melaporkannya kepada Zulkarnaen Nasution, Kepala Desa setempat. Bersama kades, temuan ini kembali dilihat untuk memastikan itu tengkorak manusia yang diduga masih bayi.

Selanjutnya temuan ini dilaporkan ke Polsek Barumun. Mendapat kabar itu, personil langsung terjun ke lokasi perkebunan warga itu sekira pukul 20.00 WIB. Begitu dicek, barang bukti tengkorak serta selendang dan popok diboyong ke RSUD. Di situ dokter RSUD ini memastikan ini tengkorak manusia. Diperkirakan umur tulang belulang ini antara satu sampai tiga bulan.

“Namun untuk lebih memastikan itu adalah dokter forensik, apalagi kondisinya hanya tinggal tengkorak. Sedang anggota tubuh lainnya tak ada ditemukan,” jelas Kapolsek Barumun AKP Sudirman SH melalui Kanit Reskrim Ipda Haposan Harahap.

Dan Selasa (5/12) pagi, jasad berupa tengkorak ini dikebumikan di TPU Bulusonik. Untuk sementara, kejadian ini masih dalam penyidikan.

“Kalaupun ada nanti pihak keluarga yang mengaku, supaya gampang membongkarnya, makanya dimakamkan di desa setempat,” kata Haposan. (tan/mtabag)