Diminta Kosongkan Aset Pemko, Warga Protes, ‘Sejak Zaman Belanda Kami Sudah Tinggal di Sini’

kosongkan-aset
Aset Pemko yang sudah dipasang spanduk pemberitahuan, Senin (9/1), yang menyatakan agar bangunan tersebut harus segera dikosongkan.

MetroSiantar.com, SIBOLGA – Pemko Sibolga langsung bereaksi atas Pandangan Umum DPRD beberapa waktu lalu dalam sidang paripurna pengesahan P-APBD TA 2016 tentang pendataan aset daerah. Salah satunya adalah tanah dan bangunan berkuran 198 m2 di Jalan Bahagia/Marganti Sitompul, yang diminta segera dikosongkan oleh penghuni yang selama ini tinggal di sana. Namun para penghuni bangunan protes dan mengklaim bahwa mereka sudah tinggal di situ selama puluhan tahun.

Melalui SatPol PP, Pemko meminta agar seluruh penghuni segera mengosongkan bangunan tersebut karena lahan tersebut akan segera dibangun. Pantauan wartawan, Kasat Pol PP Sibolga Singkat Sijabat didampingi Camat Sibolga Kota Nurawiyah Hutagalung dan Plt Lurah Pasar Baru mendatangi para penghuni, Senin (9/1) sekira pukul 11.00 WIB.

Mereka mencoba memberikan pengarahan kepada penghuni agar bersedia meninggalkan aset daerah tersebut. Karena, terhitung 1 Januari 2017, aset tersebut tidak lagi disewakan seperti sebelumnya.

Singkat Sijabat yang ditemui di ruang kerjanya membenarkan rencana penarikan aset daerah tersebut. Diterangkan, hal tersebut berdasarkan surat perintah Sekdakot M Sugeng Nomor 028/2197/DPKAD, untuk segera mengosongkan bangunan tersebut.

“Sesuai surat perintah tugas yang kami terima. Setelah 31 Desember 2016 bangunan tersebut belum juga dikosongkan, kami diperintah untuk mengosongkannya,” kata Singkat sambil memperlihatkan surat Sekda tersebut.

Karena sebelumnya, melalui Sekdakot, Pemko telah menyurati masing-masing penghuni. Isinya, memintah agar penghuni segera mengosongkan bangunan paling lambat 31 Desember 2016. “Karena surat perintah Sekda tidak diindahkan oleh penghuni, makanya kami diperintahkan turun,” terangnya.

Namun, pihaknya masih berlaku adil dengan melakukan pendekatan secara persuasif terhadap para penghuni.
“Kan ada prosedurnya. Kita data dulu penghuninya, lalu kita dekati. Kemudian, kita sosialisasikan kalau aset ini mau dibangun Pemko. Agar tidak ada fikiran yang tidak-tidak kepada Pemko,” ungkapnya.

Masih kata Singkat, seminggu sebelumnya, pihaknya sudah melayangkan surat teguran pertama kepada masing-masing penghuni. Bahkan, sudah menempelkan spanduk pemberitahuan, kalau aset tersebut tidak lagi disewakan.
“Dan diminta untuk segera dikosongkan. Sudah kami layangkan surat teguran pertama,” tukasnya.

loading...