Padi Menguning Tapi Gagal Panen

[Rano Hutasoit]
HAMA TIKUS-Seorang warga memperlihatkan batang padi yang diserang hama tikus di Nagori Bandar Dolok, Dolok Panribuan. Padi yang menguning merupakan tanda gagal panen karena terserang hama. Foto dijepret Selasa (28/5).

SIMALUNGUN – Hamparan padi yang menguning biasanya pertanda masa panen akan tiba dan disambut sukacita petani. Tapi lain halnya di Nagori Bandar Dolok, Dolok Panribuan, Simalungun. Padi yang menguning merupakan tanda gagal panen, karena terserang hama.

Hal ini dikatakan seorang petani di Nagori Bandar Dolok P Gultom (32), Selasa (28/5). “Tahun ini hasil panen kami pasti gagal total.

Tanaman padi kami memang menguning, tapi bukan siap panen malah sebaliknya tanda gagal panen. Menguningnya tanaman padi ini diakibatkan serangan hama tikus,” katanya.

Ditambahkan P Gultom, yang memiliki lahan padi seluas 15 rante, seharusnya di atas lahannya 12 rante seharusnya padi sudah mengeluarkan bulir, namun tiba-tiba saja menguning. Serangan hama tikus menghabisi seluruh padi.

Biasanya padi menyerang di bagian pinggir sawah, namun kali ini hama menyerang seluruh tanaman padi sehingga tidak sedikitpun bisa dipanen alias gagal panen,” keluhnya.
Dijelaskan Gultom, ada sekitar 15 hektare lahan persawahan yang sudah terserang hama tikus di dekat persawahannya.

Sedangkan lahan pertanian warga di seberang jalan lintas Siantar-Parapat tidak tertutup kemungkinan akan ikut terserang hama tikus. Pasalnya, beberapa tanaman padi mulai menguning.

“Padi sudah menguning, padahal belum waktunya menguning. Jika sudah seperti ini, lebih baik tanaman padi dibabat saja,” ujarnya.

Terpisah, petani lainnya boru Situmorang juga mengatakan hal senada. Sebelumnya memang petani sudah mendapat penyuluhan dari petugas penyuluh lapangan  (PPL) Dinas Pertanian. Namun hal itu sudah terlambat karena hama tikus sudah lebih dahulu menghabisi padi.

“Lubang tikus di sekitar pematang sawah sangat jarang ditemukan sehingga petani juga heran dengan serangan hama ini. Tanda-tanda awal bahwa tikus sudah merajalela, terlihat di bagian tengah persawahan padi menguning. Jika sudah demikian, seminggu kemudian penyebaran hama tikus akan capat,” ujarnya.

Kepala Bagian Organisme Penganggu Tanaman (OPT) Dinas Pertanian Simalungun saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, pihaknya akan tetap berusaha mengatasi permasalahan-permasalahan petani.

“Dinas Pertanian sudah melakukan sosialisasi dan memberikan bantuan untuk pemberantasan hama tikus, seperti pemberian racun tikus dan perangkap tikus. Namun masih saja gagal,” ujarnya.

Namun H Sagala menambahkan, masalah hama tikus tidak sepenuhnya tanggungjawab Dinas Pertanian namun juga termasuk PPL dan petani. Sedangkan penanganan agar hama tikus tidak berpindah ke lahan lain, petani hendaknya membersihkan lahannya baik saluran irigasi dan pematang sawahnya sehingga tidak jadi sarang tikus. (mag-05/mer)