Pasca Kerusuhan di Lapas Labuhan Ruku

Polres Asahan Kehilangan Jejak 78 Tahanan Titipan

KISARAN - Pasca kerusuhan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Labuhan Ruku di Desa Pahang, Kecamatan Talawi, Batubara, Minggu (18/8) lalu, Polres Asahan kehilangan jejak 78 tahanan titipannya. Hingga Kamis (22/8) Polres Asahan belum memeroleh laporan terkait keberadaan para tahanan tersebut.

Kapolres Asahan AKBP Budi Suherman, kemarin di ruang kerjanya mengaku pihaknya belum mendapat laporan tentang keberadaan 78 tahanan yang dititipkan di Lapas Labuhan Ruku. Oleh karena itu, katanya, Polres Asahan akan menurunkan tim guna menginventarisir jumlah tahanan yang dititipkan di sejumlah lapas di Sumatera Utara (Sumut).

“Dari 78 tahanan yang dititipkan di Lapas Labuhan Ruku, 26 orang terlibat kasus kriminal dan 52 orang lainnya terlibat kasus narkoba,” terang Budi. Kapolres mengimbau kepada para tahanan agar menyerahkan diri.

“Dan jika ada tahanan yang kembali ke rumah, kami harap keluarga melapor ke Polres Asahan,” imbaunya.

Dilanjutkan Budi, pasca kerusuhan di Lapas Labuhan Ruku, Polres Asahan telah mengambil langkah-langkah, seperti melakukan razia serta sweeping di jalan-jalan, serta membantu menangkap narapidana dan tahanan yang kabur serta berdomisili di wilayah hukum Polres Asahan.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan napi yang kabur, agar melapor ke kantor polisi terdekat,” kata Budi.

Data dihimpun METRO ASAHAN, Irwansyah alias Ucok Tukang, warga Jalan Sei Asahan, tahanan yang kabur saat kerusuhan di Lapas Labuhan Ruku, sudah menyerahkan diri ke Polres Asahan. Ucok Tukang terlibat kasus kepemilikan narkoba.

Provokator Diburon
Sementara itu, Lapas Labuhan Ruku mulai diperbaiki. “Sedang dilakukan perbaikan sejumlah fasilitas, seperti gembok dan lain-lain,” terang Kapolres Batubara AKBP JP Sinaga, saat dikonfirmasi Sumut Pos (grup METRO ASAHAN), Kamis (22/8).

Katanya, perbaikan Lapas sementara dan pembersihan pasca kerusuhan dilakukan secara bergotong-royong oleh pihak kepolisian, TNI, dan petugas Lapas Labuhan Ruku. Sedangkan Polres Batubara terus mendalami penyebab kerusuhan di Lapas.

“Masih terus kita dalami kasus tersebut. Jika disebutkan karena masalah remisi, saya belum terlalu mempercayai. Tunggulah hasil penyelidikan kita. Akan terus didalami,” jelasnya ini.
Masih kata JP Sinaga, pihaknya terus memburu provokator kerusuhan. Sejauh ini, sambungnya, pihaknya sudah mengantong identitas provokator tersebut.

“Masih kita buruh provokatornya, dia melarikan diri. Namun sudah kita kantongi identitasnya,” sebutnya.

Disinggung adanya, kelompok antar napi alias geng yang diduga sebagai pemicu kerusuhan, JP Sinaga enggan berkomentar. “Kita lihat saja hasil penyelidikan, ntar saya informasikan lagi,” elaknya.

Hingga kemarin, narapidana/tahanan yang diamankan dan menyerahkan diri sebanyak 42 orang.
“Sudah 42 orang diamankan. Sejumlah petugas lapas juga sudah kita mintai keterangan. KIni tim masih bekerja untuk itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Heru Prakoso mengatakan, polisi masih terus memburu narapidana yang kabur. Polisi, katanya, melakukan razia secara terbuka dan pengejaran secara tertutup.

“Terus kita lakukan pengejaran napi yang masih buron,” tukasnya. Heru juga menjelasakan, Poldasu membentuk tim untuk memburu narapidana, investigasi, dan mengumpulkan fakta.

“Tugas tim melakukan lidik dan sidik untuk mencari penyebab kerusuhan. Tim-tim ini masih bekerja,” katanya.

Selain itu, Poldasu menerjunkan tim Labotorium Forensik Mabes Polri Cabang Medan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengidentifikasi, dan mencari barang bukti penyebab kebakaran.

“Tim Labfor Cabang Medan masih bekerja. Kita juga membuka Posko Terpadu,” sebutnya.
Masih kata Heru, di Lapas Labuhan Ruku masih dilakukan penjagaan oleh personel gabungan TNI/Polri.

“Kondisi kondusif, namun masih dilakukan penjagan oleh polisi dan TNI,” katanya.
Sekadar informasi, kerusuhan terjadi di dalam Lapas Labuhan Ruku saat jam istirahat, Minggu (18/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Sore itu, lima naraidana kiriman dari Lapas Lubukpakam, Deliserdang,  mendatangi Danru Jaga, L Nababan, yang berada di Pos I di Lapas tersebut.

Setibanya di pos, salah seorang narapidana langsung menyerang Nababan menggunakan kursi yang ada di pos. Nababan berusaha melarikan diri, dan para narapidana langsung berteriak untuk menyerang. Beberapa narapidana langsung masuk ke Pos I dan melakukan pembakaran. Karena kalah jumlah, lima sipir langsung menyelamatkan diri. (sus/gus/smg)