Pasutri Ngaku Lihat Penampakan Kuntilanak

KISARAN – Pasangan suami istri Adi Haitami (39) dan Dewi (39), warga Gang Langsat Kelurahan Kisaran Timur, mengaku diganggu roh halus karena sering melihat penampakan kuntilanak. Ditemui METRO di kediamannya, Senin (1/4) didampingi sepupunya, Adi yang sehari-hari bekerja sebagai penjual elpiji ini menceritakan, penampakan roh halus berupa kuntilanak itu mulai mereka rasakan di rumahnya sejak tahun 2007, setelah kelahiran anak perempuanya.

Roh halus sering menampakkan wujud aslinya, saat waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Wujud makhluk halus itu ada dua jenis, satu kuntilanak dan satu lagi Wewe Gombel dengan payudara besar.

“Kadang terlihat di dapur dan kamar mandi, di balik jendela serta di atas plafon rumah,” kata Adi.
Diakui Adi, karena takut dan tidak tahan diganggu, dia  mecoba mencari orang pintar untuk mengusir makhluk halus ini dirumahnya. Tetapi, makhluk halus tidak mau pergi bahkan semakin sering menampakkan diri.

Anehnya, keberadaan makhluk halus datang ke rumah mereka di saat istrinya sedang hamil. Dan setelah umur anak yang dilahirkan dua tahun, baru penampakan roh halus itu hilang sendiri. “Walau pun pergi sendiri, tapi kami terus dilanda ketakutan,” kata Adi diamini istrinya Dewi dan beberapa keluarganya.

Payadi (28), sepupu  kandung Adi Haitami menjelaskan, doa  sering mendengar suara raungan menyeramkan dari sosok suara perempuan yang minta tolong. “Suara raungan  itu, sering sekali kudengar Bang. Bahkan Jumat (29/3) sebelum Salat Isa  aku mendengar suara raungan itu,” kata Payadi.

Cerita yang sama juga disampaikan Alex (32), yang pernah tinggal di Jalan Sisingamangaraja. Dia mengaku, melihat bagaimana familinya merasa ketakutan saat menjelang malam hari di rumah mereka.

Terpisah, Ustad Rivai yang dimintai keterangan tentang hal itu mengatakan, bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna diciptakan Allah, dan tidak boleh tunduk pada roh halus berupa jin dan setan. “Kita sarankan, agar dirumah itu diperbanyak beribadah,” katanya.

Dia menambahkan, seburuk-buruknya manusia, tidak dibenarkan meminta pertolongan kepada jin, setan, kayu besar serta berlindung dari azimat-azimat, selain berlindung kepada Allah SWT. (mar)