Pelebaran Jalan ‘Makan’ Pagar Rumah Warga

Di Siatas Barita

[Foto: Hengki Tobing]
Sebuah sepedamotor melintas di dekat plang proyek jalan Siatas Barita, Minggu (12/5). Pelebaran jalan tersebut ‘memakan’ pagar dan halaman rumah warga.

TAPUT – Setelah sekitar empat tahun mengalami kerusakan, perbaikan jalan lintas di sepanjang Kecamatan Siatas Barita, Taput akhirnya direalisasikan. Sesuai plang proyek yang dipajang, proyek tersebut senilai Rp13,99 miliar.

Namun sejumlah warga heran, perbaikan sekaligus pelebaran jalan itu juga ‘memakan’ beberapa pagar beton rumah warga dan tidak ada ganti rugi.

Salah seorang warga Desa Sakkaran, Kecamatan Siatas Barita yang tidak ingin disebutkan namanya kepada METRO, Minggu (12/5) mengatakan, beberapa pagar rumah di sepanjang jalan Siatas Barita mengalami kerusakan.

Akibatnya, warga mengalami kerugian yang bervariasi dan bernilai jutaan rupiah. “Namun kita heran kenapa tidak ada ganti rugi. Dan sampai saat ini belum ada sosialisasi terhadap kita apakah memang itu diganti rugi atau tidak.

Kalaupun tidak ada ganti rugi, apa alasannya? Kita sebagai warga ingin kejelasan. Karena jujur kita pun tidak tahu aturannya,” katanya sembari meminta tidak disebutkan namanya.

M br Panggabean salah seorang warga Siatas Barita kepada METRO mengatakan, adanya perbaikan jalan di Siatas Barita mengakibatkan bagian depan rumahnya yakni teras terpaksa harus ‘termakan’ karena nantinya akan menjadi aspal jalan.

Namun, katanya, karena pelebaran itu belum mengenai langsung rumahnya, sehingga membuatnya tidak merisaukan hal tersebut. “Karena kan bukan cuma kami saja yang kena. Dan lagian juga kalau cuma terasnya tidak apa-apalah. Yang penting jangan langsung rumah,” katanya.

Camat Siatas Barita Betty Sitorus ketika dikonfirmasi METRO, Minggu (12/5), membenarkan sejumlah pagar rumah warga terkena pelebaran jalan. Betty juga mengaku telah mendengar keresahan warga atas ganti rugi tersebut. Dan, sebagai pemimpin di kecamatan itu, dia telah mengonsultasikannya dengan PU Taput untuk menanyakan perihal ganti rugi bagi masyarakat.

“Namun dari informasi yang kita dengar bahwa tidak ada ganti rugi. Karena pelebaran jalan selebar dua meter itu masih berada di daerah milik jalan. Belum di tanah masyarakat,” katanya.

Masih menurut Betty, pelebaran jalan akan dilakukan di sepanjang jalan Siatas Barita yakni mulai Desa Simorangkir hingga Desa Pancurnapitu atau sepanjang empat kilometer. “Saat ini kita sedang melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk mendukung semua hal yang menyangkut kebaikan dan kepentingan bersama,” ujarnya.

Amatan METRO, perbaikan jalan Siatas Barita saat ini sudah mulai dilakukan. Sejumlah alat berat terlihat di lokasi untuk mengorek tanah yang akan menjadi pelebaran jalan. Material seperti batu-batu kerikil juga sudah terlihat di lokasi.

Sesuai dengan plang proyek yang ada di pinggir jalan, proyek tersebut berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum yang dikerjakan oleh kontraktor PT Muslimindo Nanda Prima dengan nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp13.995.000.000.

Sedangkan waktu pengerjaan selama 240 hari kalender atau sekitar delapan bulan. Namun dalam plang proyek tidak disebutkan volume pekerjaan. (cr-02)

Komentar