Peluang Komjen Oegroseno Masih Terbuka

Malik Assalih

SIDIMPUAN – Setelah dipastikan bakal diganti lebih cepat oleh Presiden SBY, Kapolri Jenderal Timur Pradopo kini menyiapkan calon sebagai penggantinya. Namun, Kapolri masih enggan membeberkan siapa saja perwira tinggi yang bakal diajukan ke Presiden SBY itu. Kapolri hanya bersedia menjelaskan jika calon penggantinya merupakan perwira polisi bintang tiga.

Pemerhati Kepolisian yang juga mantan aktivis mahasiswa Malik Assalih Harahap ST mengatakan, peluang Komjen Pol Oegroseno yang saat ini menjabat Kabaharkam masih terbuka.

“Tentunya beliau sudah punya konsep untuk pengamanan pemilu tahun 2014 dan sekarang sudah punya konsep zero conflict and zero anarchis serta menargetkan satu polisi di setiap desa (police in village) di 76.000 desa yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Itu semua bertujuan untuk pengamanan dan menjaga kekondusifan di Indonesia. Selain itu, Oegroseno juga terkenal tegas dan punya prinsip yang kuat, serta elektabilitas yang tinggi di kalangan Polri dan masyarakat.

Ia juga sudah pernah menjabat Kapolda tipe A yaitu Kapoldasu, Kapolda Sulteng dan sejak tahun 2011 sudah berpangkat bintang tiga. Oegroseno juga merupakan Pati Polri yang punya ide-ide cemerlang, termasuk dengan mottonya ‘Tidak Boleh ada Darah dan Air Mata Mengalir di Bumi Pertiwi’.

Memang dari segi usia, beliau akan pensiun pada Maret 2014. Dimana yang bersangkutan kelahiran 17 pebruari 1956, tapi semua itu adalah hak prerogatif presiden. Bila mana masih diperlukan sesuai UU No 2 tahun 2002, Pati Polri bisa diperpanjang usia pensiunnya menjadi 60 tahun.

“Demi kepentingan Negara, itu bisa saja terjadi, karena dibolehkan dalam UU. Tapi bilamana tidak dipilh presiden SBY karena faktor usia, jabatan Wakapolri adalah jabatan yang sangat tepat untuk beliau. Karena Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna akan pensiun pada Agustus 2013,” tegas Malik.

Lebih lanjut Malik mengatakan, melihat kriteria yang disebutkan Kapolri, sinyal kuat mengarah kepada tiga nama. Yaitu Komjen Pol Sutarman (Kabareskrim), Komjen Pol Anang Iskandar (Kepala BNN) dan Komjen Pol Budi Gunawan (Kalemdikpol). Diatas kertas, yang paling berpeluang dan punya kans kuat adalah  Kabareskrim Komjen Pol Sutarman yang sudah menjabat bintang tiga dan menjabat Kabareskrim sejak 6 Juli 2011.

“Dari sisi usia, Sutarman lahir pada 5 Oktober 1957 dan angkatan 1981. Artinya, pensiun pada 5 Oktober 2015. Jika pada Agustus 2013 dipilih menjadi Kapolri, ada masa jabatan lebih dari dua tahun dan juga mantan ajudan Presiden Gusdur, sudah beberapa kali menjabat Kapolda, termasuk Kapolda Jabar dan Kapolda Metro Jaya.

Tapi semua tergantung hak prerogatif presiden, yang akan memilihnya dan diajukan ke DPR untuk disetujui menjadi Kapolri,” ujar Malik yang juga alumni USU ini. (phn)