Pembacok Polisi Ditangkap di Sigambal

(Foto: DOK)
Polisi melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya Aiptu Satar Tampubolon anggota Papam PTPN IV Kebun Laras Dolok Hilir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun.

RANTAU- Salah seorang tersangka pembacok Aiptu Satar Tampubolon (45), anggota Papam PTPN IV Kebun Laras Dolok Hilir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Jumat (24/8) lalu tertangkap di Sigambal, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (1/9).  Kasubag Humas Polres Labuhanbatu AKP MT Aritonang mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan mengenai penangkapan tersangka itu. Alasannya, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kasus tersebut.

“Benar ada penangkapan itu, tapi saya belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam pengembangan. Lagian belum ada perintah dari kapolres untuk memaparkan itu kepada wartawan,” katanya, Minggu (2/9).  Untuk itu, Aritonang berharap kepada wartawan agar dapat bersabar menunggu informasi terkait penangkapan tersangka pencurian dan pembacok oknum polisi tersebut.

“Mungkin nanti akan ada pemaparan langsung dari Kapolres Labuhanbatu. Kawan-kawan sabar ya,” katanya. Sementara dari informasi yang diperoleh dari salah seorang petugas Polres Labuhanbatu yang namanya enggan dicatut dalam koran menyebutkan, pihak kepolisian telah menangkap seorang pria berinisial JM. Di mana pria tersebut dicurigai sebagai salah satu tersangka pelaku pembacok Aiptu Satar Tampubolon.

“Memang ada seorang tersangka pembacok polisi itu ditangkap di Sigambal. Dan pria itu kini masih di dalam sel tahanan Polres Labuhanabtu, ” ujar sumber, Minggu (2/9). Menurut sumber, tersangka bersama beberapa temannya telah menganiaya Aiptu Satar Tampubolon (45) anggota Papam PTPN IV Kebun Laras Dolok Hilir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Aiptu Satar terkapar dibacok  kawanan perampok yang diduga hendak melakukan aksinya di perkebunan tersebut.

Peristiwa kejadian tersebut terjadi, Jumat (24/8) sekira pukul 21.30 WIB, saat korban sedang bertugas dalam pengamanan kebun sebagaimana biasanya. Ketika korban melakukan pam keliling di perkebunan sawit tersebut. Tiba-tiba datang 3 orang pria membawa senjata tajam. Salah seorang dari pelaku membacok kepala korban.  Dari luka-luka yang didapati di tubuh korban, diduga korban sempat melakukan perlawanan. Korban mengalami luka memar di tubuhnya, dan kepalanya mengalami luka bacok.  Ketika korban terkapar, para pelaku mengambil senjata api milik korban. Saat itu para pelaku langsung melarikan diri ke arah Medan.

Usai kejadian tersebut, oleh para satpam dan papam PTPN IV Laras yang mendapati korban terkapar bersimbah darah, membawanya ke Rumah Sakit Laras. Selama perawatan di Rumah Sakit Laras, korban tetap mengalami kritis, sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Vita Insani.

Pelaku 7 Orang
Pihak kepolisian mengaku telah mengetahui identitas pelaku pembacokan terhadap personel Kepolisian Sektor (Polsek) Serbelawan Aiptu Satar Tampubolon di areal perkebunan Dolol Ilir pada Jumat (24/8). “Identitas para pelakunya sudah kita ketahui,” kata Kasubbid Pengelola Informasi dan Data Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan. Menurut MP Nainggolan, pelaku pembacokan terhadap personel Polsek Serbelawan, Polres Simalungun Aiptu Satar Tampubolon di areal perkebunan Dolol Ilir tersebut seluruhnya berjumlah tujuh orang. Namun untuk kepentingan penyidikan, pihaknya belum dapat memublikasi identitas para pelaku pembacokan yang melarikan diri setelah melakukan aksinya tersebut.

Karena itu, tim yang telah dibentuk Polres Simalungun terus mengintensifkan pengejaran terhadap kawanan pelaku pembacokan Aiptu Satar Tampubolon tersebut. Meski demikian, pihaknya mengaku belum dapat mengetahui secara pasti motif utama pembacokan tersebut. “Kita belum bisa menyimpulkan hingga kawanan pelaku yang melarikan diri dapat kita tangkap. Motifnya belum diketahui karena pelakunya memang belum tertangkap,” kata mantan Kapolres Nias itu.

3 Tersangka Diamankan
Sementara informasi dari Polres Simalungun menyebutkan, polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku pembacok polisi yang bertugas di Polsek Serbelawan, Aiptu Satar Tampubolon (45). Mereka adalah Indra Jaya Dalimunthe, Muktar, Jeniper Manurung, dan Agus Siregar. Informasi dihimpun METRO dari berbagai sumber, Sabtu (1/9), penangkapan dilakukan tim gabungan Polres Simalungun dan Polda Sumut. Namun kedua instansi tersebut tidak bersedia memberikan keterangan terkait penangkapan itu.Informasi diperoleh, Indra Jaya Dalimunthe ditangkap di Jalan Krakatau Medan, Jumat (31/8) sekira pukul 19.30 WIB.

Dari hasil pengembangan, selanjutnya polisi juga berhasil menangkap Muktar di lokasi Ringroad Tanjung Sari, dekat SPBU, Medam, sekira pukul 21.00 WIB. Sementara 1 tersangka lagi, Jeniper Manurung ditangkap di Labuhanbatu, Sabtu (1/9) sekira pukul 07.00 WIB. Polisi juga berhasil menemukan senjata api (senpi) yang dicuri para pelaku di rumah mertua Indra, di Sigambal, Labuhanbatu, Sabtu (1/8) sekira pukul 06.30 WIB. Selanjutnya, polisi juga berhasil menangkap satu pelaku lagi bernama Agus Siregar, warga Sipispis, Kabupaten Sergai, namun belum diketahui dimana tersangka terakhir ini ditangkap.

Sumber METRO mengatakan, penangkapan ketiga tersangka berawal dari informasi adik Indra bernama Rahmad. Dari Rahmad, polisi berhasil mendapatkan lokasi dimana para pelaku bersembunyi hingga akhirnya semuanya berhasil diringkus. Namun, kabar berkembang, ada dugaan satu pelaku lagi yang ikut dalam komplotan itu, yang belum berhasil ditangkap. Hingga saat ini, keempat tersangka yang berhasil diringkus masih disembunyikan oleh Poldasu. Kasubdit II Humas Poldasu AKBP Andry Setiawan yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersangka beserta senpi yang dicuri. Namun mereka menolak memberikan data lebih lanjut terkait penangkapan itu. Katanya, pihaknya akan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aiptu Satar Tampubolon (45), anggota Papam PTPN IV Kebun Laras Dolok Hilir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Simalungun, terkapar dibacok kawanan perampok yang diduga hendak melakukan aksinya di perkebunan tersebut. Senpi laras panjang jenis V2 milik korban juga dibawa kabur para pelaku.  Peristiwa tersebut terjadi Jumat (24/8) sekira pukul 21.30 WIB, saat korban sedang bertugas dalam pengamanan kebun sebagaimana biasanya. Ketika korban melakukan pam keliling di perkebunan sawit tersebut, tiba-tiba datang diduga 3 orang pria membawa senjata tajam. Salah seorang dari pelaku menancapkan parang ke kepala korban.

Dari luka-luka yang didapati di tubuh korban, diduga korban sempat melakukan perlawanan. Korban mengalami luka memar di tubuhnya dan kepalanya mengalami luka bacok.  Ketika korban terkapar, para pelaku mengambil senjata api milik korban. Saat itu para pelaku langsung melarikan diri ke arah Medan.  Usai kejadian tersebut, oleh para satpam dan papam PTPN IV Laras yang mendapati korban terkapar bersimbah darah, membawanya ke Rumah Sakit Laras. Selama perawatan di Rumah Sakit Laras, korban tetap mengalami kritis, sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Vita Insani. (cr1/ara)

Komentar