Pembunuh Bosly Masih Berkeliaran, Punguan Panjaitan Temui Kapolres

SIANTAR – Kurang lebih 41 hari pasca penemuan jenazah Bosly Panjaitan (33), polisi belum mampu mengungkap motif di balik kematian bapak tiga anak itu. Setelah didatangi keluarga, giliran Punguan Panjaitan Siantar sekitarnya menemui Kapolres Siantar, Senin (12/8).

Kedatangan delapan orang Pengurus Punguan Panjaitan itu dipimpin langsung Miduk Panjaitan sekitar pukul 10.00 WIB. Disambut Kanit Tipikor Iptu Lengkap Siregar, mereka langsung diarahkan ke Ruang Kapolres Siantar AKBP Alberd Sianipar.

Wajar kita meminta atau ingin mengetahui sejauh mana perkembangan penyelidikan motif kematian saudara (Bosly) kami itu. Begitu pun, kami mendukung dengan cara memberi informasi yang kami ketahui kepada penyidik,” kata Miduk.

Dia mengatakan, kedatangan mereka sudah kedua kalinya. Kedatangan pertama sebelum Lebaran. Dia menjelaskan, pada intinya, pihak kepolisian justru masih mengusut keberadaan LN yang diduga pelaku utama atas kematian Bosly Panjaitan.

Bahkan Kapolres yang saat itu didampingi Kasat Reskrim AKP Daniel Marinduri itu mengaku sudah berupaya keras hingga keluar kota guna mencari keberadaan LN, mantan oknum anggota TNI-AD itu.

Namun perburuan tetap saja mengalami kebuntuan. Karena itu pula, kapolres berjanji dalam waktu dekat akan memberikan tindakan nyata terkait kematian Bosly.

Selama ini, tidak hanya LN yang diburu tapi rekan LN yang diduga terlibat dengan kematian korban, juga diburu. Perburuan dilakukan dengan menyebar informasi ke Poldasu dan Poltabes guna melacak keberadaan LN tersebut.

Terkait borgol yang mengikat tangan Bosly saat jenazahnya ditemukan, jelas adalah milik Polri sesuai lambang atau tulisan di borgol itu sendiri. Begitupun, penyidik mengakui masih mengembangkan temuan itu untuk menambah deretan informasi perkembangan penyelidikan.

Tak ubahnya mobil toyota Innova yang sempat diamankan karena diduga sebagai alat untuk membawa Bosly hingga akhirnya ditemukan menjadi mayat, tangan diborgol serta wajah dilakban dan kaki terikat. Namun karena kurang bukti, mobil dikembalikan kepada pemiliknya dan tidak tertutup kemungkinan akan kembali disita untuk dijadikan barang bukti ketika LN ditangkap.
Dapat Petunjuk Lewat Mimpi dan Jasa Orang Pintar

Menurut Horas Panjaitan (40), kerabat korban asal Jakarta yang turut menemui Kapolres Siantar, mimpi dan jasa orang pintar juga menjadi petunjuk penting kepada pihak penyidik. “Tidak heranlah Bosly datang ke mimpi saudara-saudara kandungnya selama pelaku belum juga bisa ditangkap,” kata Horas, yang saat itu didampingi Doras Panjaitan, abang Kandung Bosly.

Horas mengungkapkan, beberapa pesan yang disampaikan almarhum Bosly lewat mimpi itu bisa menjadi suatu petunjuk untuk membantu pihak kepolisian mengungkap pelaku pembunuhnya.

Selain lewat mimpi, beberapa orang pintar juga dilibatkan dalam mengungkap kasus kematian Bosly yang dikenal ramah dan pemurah itu. Namun apapun petunjuk orang pintar tersebut, Horas berkeyakinan janji penyidik melalui penegasan Kapolres langsung bisa menjawab semua bentuk keresahan selama belum terungkapnya cerita di balik kematian Bosly.

Kami beharap melalui doa, melalui petunjuk yang kami dapat serta kinerja kepolisian yang sudah berjanji, pembunuhan itu bisa terungkap,” kata Horas. (dho)

Komentar