Pencairan Tunjangan Profesi Guru Non PNS Tertunda

MEDAN – Terkait masih kurangnya dana pembayaran tunjangan profesi bagi guru bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) bidang Dikmen (Pendidikan Menengah) atau setingkat  SMA dan SMK di Sumatera Utara (Sumut) sebesar Rp8 miliar lebih, maka untuk pembayaran tunjangan profesi kepada 3.668 orang guru pada bulan November dan Desember 2012 harus tertunda.

Pasalnya, melalui dana dekonsentrasi Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, hanya tersedia anggaran sebesar Rp69.929.788.000 untuk tunjangan profesi. “Dana ini kurang Rp8.399.399.700 dari total Rp78.329.187.700 yang dibutuhkan untuk pembayaran tunjangan profesi guru non PNS bidang Dikmen Sumut kepada 3.668 orang guru selama satu tahun.

Karena dana yang tersedia tersebut, hanya mampu membayar kebutuhan guru selama 10 bulan, atau periode Januari hingga Oktober. Sehingga mau tidak mau, penyaluran untuk November dan Desember ditangguhkan. Untuk itu, sambungnya, kepada guru penerima tunjangan profesi diminta untuk bersabar jika terjadi keterlambatan pembayaran dana tunjangan profesi ini,” ujar Kadisdik Sumatera Utara, Syaiful Syafri, Senin (17/12).

Untuk menutupi kekurangan tersebut, ujar Syaiful, Disdiksu telah mengusulkan kebutuhan kekurangan pembayaran 2 bulan tersebut agar ditampung dalam APBN 2013 dengan cara pembayaran carry over.

Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, Edward Sinaga mengungkapkan, keterlambatan pembayaran dana tunjangan profesi untuk bulan November dan Desember 2012 ini terjadi karena anggaran yang diberikan pemerintah pusat kurang.

Sebelumnya, pada akhir tahun 2011, Disdik hanya mengajukan sekitar 3.346 orang guru yang akan mendapatkan tunjangan profesi tahun 2012. Namun, ternyata jumlah ini terus bertambah seiring terbitnya SK (surat keterangan) sertifikasi guru yang lulus sertifikasi tahun 2011.

“Di tahun 2012, jumlah guru yang lulus uji untuk mendapatkan tunjangan profesi ternyata terus bertambah. Padahal, dana yang dialokasikan hanya untuk 3.346 orang guru.

Tapi kenyataannya, sepanjang 2012 ini, ada sekitar 3.668 orang guru yang lulus uji tunjangan profesi. Kondisi ini terjadi, karena kurangnya koordinasi antara pelaksana Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru dengan Disdik,” terangnya.

Kenyataanya yang ada juga bilang Edward, karena banyak guru yang lulus sertifikasi di tahun 2011. Namun, SK guru tersebut terbit di bulan Februari, Juni dan Oktober.

“Dan semuanya harus dibayar mulai bulan Januari atau satu tahun anggaran. Tentu anggaran yang kita ajukan masih kurang,” urainya.

Sebelumnya atau tepatnya pada Juni 2012 lalu, menurut Edward, Disdik Sumut sudah mengusulkan tambahan kekurangan dana tersebut. Tapi ternyata, pemerintah pusat tidak bisa mengakomodir kekurangannya.

Sumut hanya mendapat tambahan dana Rp4 miliar, sedangkan untuk sebulan, dana yang harus dialokasikan sekitar Rp6 miliar. Karenanya kini anggaran tunjangan profesi guru non PNS bidang Dikmen defisit, sehingga pembayaran untuk November dan Desember 2012 harus tertunda. (uma)