Pendeta Datangi Komisi III

Mohon Bantuan Pembangunan Gereja

DIDATANGI – Komisi III DPRD Kota Sibolga didatangi Pdt Poltak Sinaga dari Gereja GPSI untuk meminta bantuan dana rehabilitasi dan perbaikan gereja, Kamis (27/9) di DPRD SIbolga.

SIBOLGA - Pendeta Gereja Pentakosta Sion Indonesia (GPSI), Kamis (27/9) kemarin,  berkunjung ke Komisi III DPRD untuk bersilaturahmi sekaligus mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi serta perbaikkan gedung Gereja  GPSI yang berkedudukan di jalan Pemancar TVRI kota Sibolga tersebut.

Gereja GPSI dikabarkan sudah tidak representatif atau keberadaannya sudah tidak memungkinkan untuk menampung Jemaat berjumlah 54 Kepala Keluarga (KK) menjalankan kebaktian, sehingga pihak Gereja sangat membutuhkan bantuan dari  Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga berupa dana hibah untuk dapat ditampung di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2013.

Kedatangan Pendeta GPSI yang diketahui bernama Poltak Sinaga diterima langsung Ketua Komisi III DPRD Kota Sibolga Jamil Zeb Tumori dan anggotanya.

Pdt Poltak Sinaga pada pertemuan itu membeberkan, bangunan GPSI saat ini hanya berukuran  6 meter x 9 meter dan itu benar-benar sudah tidak memadai lagi untuk menampung seluruh jemaat menjalankan kebaktian. Maka itu, pihaknya berencana merehabilitasi dan memperbaiki gedung gereja menjadi berukuran 9 meter x 18 meter. Sementara, bangunan Gereja sebahagian besar masih terbuat dari papan.

“Dalam perencanaan ini, kita (pihak Gereja) tidak mungkin meminta bantuan jemaat, karena rata-rata jemaat GPSI berpenghasilan kecil,” katanya.

Dia membeberkan, pada tahun 2005, Gereja GPSI yang berdiri berdasarkan SK Direktorat Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Protestan Departemen Agama (Depag) RI No : 61 Tahun 1987, pernah menerima bantuan dari Pemko Sibolga melalui mantan Wali Kota Sibolga, Drs Sahat P Panggabean MM sebesar Rp.7.5 Juta. Dan seluruh dana itu dialokasikan untuk rehabilitasi dan perbaikan gedung gereja berukuran 6 meter x 9 meter tersebut.

“Tapi, kondisi bangunan ini sekarang sudah tidak representatif lagi, sementara jumlah jemaat semakin berkembang sehingga pihak Gereja memandang perlu untuk melakukan rehabilitasi dan perbaikan,” terang Pdt Poltak.

Maka itu ungkap Poltak, pihaknya sangat mengharapkan bantuan berupa dana hibah dari Pemkot melalui DPRD Kota Sibolga guna dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2013 ini. “Adapun besar dana rehabilitasi dan perbaikan Gereja yang kita butuhkan hanya sebesar Rp121.145,” ujarnya.

Usai pertemuan dan menyampaikan permohonan bantuan kepada Komisi III DPRD Kota Sibolga, Pdt. Poltak Sinaga yang ditanya wartawan menyampaikan ungkapan terimakasih dan rasa bangganya, karena bisa  bertemu dengan wakil rakyat dari Komisi III  DPRD Kota Sibolga. Sekalipun para wakil rakyat di komisi III tersebut bukan berasal dari daerah pemilihan (Dapil) I Kota Sibolga atau tempat keberadaan Gereja dan jemaatnya.

“Kita dilayani dengan baik dan mereka inilah sesungguhnya wakil rakyat sejati, mau mendengar keluhan rakyat dan mau memperjuangkan kepentingan masyarakat. Semoga Tuhan memberkati langkah dan perjuangan mereka. Sebagai tokoh agama, saya merasa bangga punya wakil rakyat seperti mereka,” tutur Pdt Poltak.

Pdt. Poltak pun berharap, proposal Gereja yang ditanda tangani oleh panitia pembagunan Liberti Sinaga, Seketaris Katrince Dolok Saribu dan Bendahara Ratna Pasaribu itu mendapatkan perhatian berupa dana hibah dari APBD TA 2013 Pemkot Sibolga.

Ketua Komisi III DPRD Kota Sibolga Jamil Zeb Tumori didampingi Henry Tamba dan Mega Wati yang dikonfirmasi mengyampaikan, meningkatnya kunjungan masyarakat ke DPRD Kota Sibolga menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan rakyat akan fungsi dan wewenang wakil rakyat di DPRD.

“Kita akui, komisi III DPRD yang membidangi pembangunan dan kesejahteraan sering dikunjungi rakyat dalam menyampaikan aspirasi dan bahkan tidak jarang pula hanya sekedar bersilaturahmi. Hal itu dikarenakan, pintu dan ruang tamu Komisi III selalu terbuka dan siap menerima masyarakat. Terlebih Komisi III DPRD Sibolga selalu berada di tempat kecuali bila sedang melaksanakan tugas luar dari lembaga,” ujar Jamil diamini rekan-rekannya.

Terkait kedatangan Pdt. Poltak Sinaga, Jamil mengakui, Gereja GPSI merupakan salah satu rumah ibadah yang sangat wajar dan layak menerima bantuan dari Pemkot Sibolga. Dan hal itu sudah dilihatnya secara langsung dimana bangunan gereja tersebut masih terbuat dari papan dan berukuran kecil.

“Untuk sebuah rumah ibadah, tentunya itu tidak layak dan harus lebih bagus dan aman bagi umatnya dalam menjalankan kepercayaanya dan itu Hak Azasi Manusia (HAM) yang  dijamin dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dan saya yakin,  Wali Kota Sibolga Drs Syarfi Hutauruk  akan membantu mengalokasikan dana hibah bagi gereja GPSI tersebut.

Sebab, beliau (Syarfi) orang yang tidak mau membeda-bedakan Agama dan sebagai wakil rakyat, saya juga akan menyampaikan hal ini kepada Ketua DPRD Kota Sibolga Syahlul U Situmeang sebagai Koordinator Komisi III,” tandasnya. (tob/nasa)