Penyerapan Daging Impor Minim, Harga Melambung

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim penyerapan daging impor baru mencapai 25 persen dari kuota yang telah ditetapkan. Ini yang menyebabkan harga daging saat ini masih tinggi.

”Harga daging saat ini masih sangat tinggi, cotohnya di bebarapa pasar saya cek harganya masih Rp95 ribu-Rp100 ribu per kilogram (kg). Padahal dulu di Jawa Tengah dan Bali masih Rp60-70 ribu per kg. Ini disebabkan realisasi impor baru 25 persen dari kuota yang ditetapkan,” ungkap Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Kantor Kemendang, Jumat (12/4).

Dia mengatakan, kuota impor daging untuk tahun 2013 adalah 80 ribu ton, sementara saat ini sudah lebih 20 ribu ton di kuartal pertama, ini yang menyebabkan kenaikan harga. ”Kuartal II harus ada keterbukan harus di 80ribu dan harus ada keterbukaan kuota. Kita harus pilah lagi dari tipe-tipe daging seperti wagyu dan premium.

Jadi harus tahu keperluan industri dan horeka adalah tipe premium, jangan sampai mereka turun ke pasar becek padahal yang dipasar itu sangat dibutuhkan masyarakat luas sehingga langka ini yang memicu inflasi. Ini harus dijaga,” jelasnya.

Gita mengatakan mahalnya harga daging saat ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan dan dirinya akan bertemu dengan Menko Perekonomian minggu depan untuk membicarakan masalah kuota impor daging sapi.

”Kalau soal ini nanti kita akan sampaikan ke Menko Insya Allah awal minggu depan, hari Senin atau Selasa agar ada penurunan harga di daging,” ungkap Gita (oz/nik)

Komentar