Perampok Letuskan Senpi ke Arah Polisi

(FOTO: FREDDY)
DIAMANKAN: Dua pelaku asal Riau, yang berhasil menyikat alat berat di Desa Parsingkaman, Taput diamankan di ruang penyidik Mapolres Tapteng, Jumat (23/11).

TAPTENG - Empat perampok spesialis digital mekanik sensor alat berat beraksi di Desa Parsingkaman, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Taput, Jumat (23/11) dini hari sekira pukul 04.00 Wib. Namun, usai menjalankan aksinya, Polres Tapteng berhasil mengamankan dua pelaku, setelah sebelumnya sempat meletuskan senjata api ke arah petugas saat melakukan pengejaran. Sementara dua lagi berhasil kabur ke hutan.

Kapolsek Adiankoting AKP V Simanjuntak membenarkan penangkapan kedua tersangka. Adalah Abdul Rahman Sinaga (30) dan Firdaus Siahaan (38), keduanya warga Dumai, Riau.  Kepada METRO, Simanjuntak mengatakan, dua pelaku diamankan di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapteng setelah sebelumnya sempat beraksi di Desa Parsingkaman.

Namun, aksi itu keburu diketahui masyarakat sekitar dan melaporkan ke pemilik alat berat bernama Koko Hutagalung. Lalu, Koko meneruskan dengan membuat laporan ke Mapolsek Adiankoting.

Penangkapan itu berawal ketika empat pelaku dengan menggunakan mobil Avanza BM 1255 RF mendekati alat berat milik Koko Hutagalung yang berada di sebuah lahan Desa Parsingkaman. Namun salah seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi alat berat tersebut curiga melihat gerak gerik keempat pelaku yang tak dikenalnya itu.

Kemudian, warga tersebut mendekati pelaku. Hanya saja, begitu melihat warga itu, keempat pelaku masuk ke mobil yang parkit di sekitar TKP dan langsung kabur menuju arah Sibolga.

Melihat gerak gerik para pelaku, oleh warga itu langsung melapor ke Koko Hutagalung, yang juga warga Desa Parsingkaman. Ternyata benar, setibanya Koko di lokasi, digital mekanik sensor dan as tarik alat berat miliknya sudah raib. Kemudian, Koko melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Adiankoting. Begitu mendapat laporan dan informasi dari warga tersebut, petugas Polsek Adiankoting langsung melakukan koordinasi kepada Polres Tapteng.

“Informasi dari pelapor yang mengatakan bahwa pelaku kabur menuju arah Sibolga, kita langsung mengkoordinasikannya ke Polres Tapteng untuk membantu melakukan penangkapan,” ujar Simanjuntak saat diwawancarai di Mapolres Tapteng, Jumat (23/11).

(FOTO: FREDDY)
TERSANGKA: Petugas Polres Taput membawa kedua tersangka dari Mapolres Tapteng, Jumat (23/11).

Polres Tapteng yang mendapat informasi itu, sambung Kapolres Tapteng AKBP Dicky Patrianegara SIK melalui Kasad Reskrim AKP Faisal Simatupang di ruang kerjanya, langsung tanggap dan berkoordinasi dengan polsek-polsek serta menurunkan beberapa anggota reskrim untuk melakukan pencarian. Danpos Sitahuis, yang merupakan pos penjagaan terdekat dari perbatasan Taput, langsung melakukan pemeriksaan (razia, red) terhadab mobil yang melintas dari arah Tarutung menuju Sibolga.

Namun ketika petugas yang berjaga di Pos Polisi Sitahuis ini mencoba menghentikan mobil Avanza dengan nomor polisi BM 1255 RF yang dikemudikan para tersangka, langsung menerobos tanpa memperdulikan petugas.

Tragisnya, tepatnya di KM 3 Jalan Sibolga-Tapteng, ketika empat petugas Reskrim Polres Tapteng yang berusaha menghentikan mobil tersangka dengan mengendarai sepedamotor, tersangka sempat melawan dengan meletuskan senjata api sebanyak satu kali ke arah petugas. Beruntung tidak mengenai petugas, dan tetap mengejar tersangka.

“Begitu pelaku diketahui menggunakan senjata api, polisi berusaha menyelamatkan diri, dan langsung koordinasi dengan tim lainnya,” jelas Faisal Simatupang. Pengejaran pun terus dilakukan dengan menurunkan tim lain. Sebelum tertangkap, pelaku juga melakukan hal yang sama saat ketika petugas berusaha menghentikan mobil mereka di Mapolsek Kolang.

“Di depan Mapolsek Kolang, para pelaku juga tidak mengindahkan perintah petugas. Malah melaju kencang dan mencoba menabrak petugas,” jelasnya. Namun, lanjut Faisal, saat pelaku masuk ke salahsatu persimpangan di Kecamatan Sorkam, mereka terjebak karena jalan buntu. Di sana polisi berhasil mengamankan 2 pelaku. Sementara dua lagi masuk ke hutan dengan meninggalkan mobil yang mereka kendarai begitu saja.

Kedua tersangka, langsung dibotong ke Mapolres Tapteng untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan beberapa personel lainnya masih melakukan pencarian terhadap kedua tersangka yang berhasil melarikan diri. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan satu unit mobil Avanza BM 1255 RF, satu sangkur, satu rencong dan dua unit Handphone milik tersangka.

Sedangkan barang bukti berupa digital mekanik sensor dan as tarik alat berat milim Koko Hutagalung tidak ditemukan. Demikian juga senjata api yang digunakan tersangka tidak ditemukan. Diduga, barang bukti tersebut sebelum dilakukan pengejaran telah dibuang atau diberikan kepada yang lain. Sedangkan senjata api diduga dibawa kedua tersangka yang berhasil kabur. “Karena tempat kejadian perkaranya di Taput, kita menyerahkan kedua tersangka ini ke Polres Taput. Sementara, kedua tersangka lainnya masih dikejar,” pungkas Faisal. (fred/des)

Komentar