Perbaikan Jalan Tukka Digotongroyongkan

(Foto: Marihot Simamora)
Jajaran pemerintah daerah dan kecamatan bersama warga dan para sopir angkot bergotong royong menimbun kubangan dan lubang di beberapa titik ruas Jalan Tukka, Tapteng, Jumat (23/11) pagi.

TAPTENG – Menunggu diaspal tahun depan, jajaran pemerintah daerah dan kecamatan bersama warga dan para sopir angkot bergotongroyong menimbun kubangan dan lubang di beberapa titik ruas Jalan Tukka, Tapteng, yang rusak parah, Jumat (23/11) pagi. Gotong royong massal dan swadaya itu tercetus pasca aksi mogok oleh para sopir angkot trayek 26 Sibolga-Tukka, beberapa hari lalu.

Pantuan di lokasi, gotong royong dikoordinatori Dinas Perhubungan. Turut terjun, camat bersama para lurah/kepala desa se-Kecamatan Tukka dan Pandan, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), personel Polsek Pandan dan Koramil 03 Pandan, serta para sopir trayek 26.

“Gotong royong ini atas kebijakan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang menyikapi aksi keprihatinan para sopir angkot yang sempat mogok setengah hari beberapa hari lalu. Sekaligus untuk memupuk semangat gotong royong di tengah masyarakat,” tukas Kadis Perhubungan dan Infokom Tapteng Binton Simorangkir, di lokasi.

Camat Tukka Maharani Sitompul mengaku bangga dan mengapresiasi warganya yang ikut terjun dalam aksi Jumat Bersih itu.  “Kita semua prihatin dengan kondisi jalan ini. Saat saya laporkan ke Bupati, beliau langsung beri petunjuk untuk melaksanakan gotong royong bersama. Saya beritahukan ke warga dan para sopir serta muspida kecamatan, mereka menyambut antusias. Karena ini memang untuk kepentingan umum,” kata Maharani.

Material pasir dan batu, sambung Maharani, juga disumbangkan oleh masyarakat. “Mudah-mudahan dengan gotong royong ini keruskan jalan bisa sedikit lebih baik. Menunggu diaspal tahun depan,” ucap Maharani. Sementara itu mandor angkot trayek 26 Sibolga-Tukka Dameruddin Tambunan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang merespon keluhan para sopir dan warga soal kerusakan jalan yang sudah sangat parah tersebut.

“Kami berharap pengasapalannya memang dikerjakan tahun depan,” tukas Dameruddin. Pantauan METRO, badan jalan yang rusak parah mulai dari simpang Tukka-jembatan Aek Tolang dan Sigotom-kantor Camat Tukka-Huta Nabolon. Para sopir mengeluh, biaya kerusakan armada angkot jadi lebih besar karena kondisi jalan yang rusak tersebut. (mora)

Komentar