Pinondang-Ampuan Gugat KPU Taput

[IST] Pasangan Pinondang Simanjuntak-Ampuan Situmeang saat berada di Kantor Bawaslu Pusat.

TAPUT- Pasangan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Taput, Pinondang Simanjuntak–Ampuan Situmeang, menolak hasil verifikasi faktual dan penetapan pasangan calon yang dikeluarkan oleh komisioner KPU Taput, Senin (12/8). Pasalnya, hasil verifikasi tersebut dinilai tidak independen dan memihak terhadap pasangan lain.

Pinondang Simanjuntak yang dihubungi METRO melalui telepon, Senin (12/8) mengatakan, pihaknya menduga hasil verifikasi KPU Taput untuk partai pendukungnya dipalsukan dan melanggar kode etik KPU.

Ia menjelaskan, partai pendukungnya yakni Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB) yang ditetapkan KPU Taput mengusung pasangan balon bupati Sanggam Hutapea-Martinus Hutasoit tidak sesuai mekanisme.

”Karena pada saat berita acara di kantor Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PPIB, jelas sudah dinyatakan secara tertulis oleh pengurus DPN PPIB bahwa PPIB telah mendukung pasangan Pinondang Simanjuntak-Ampuan Situmeang. Dan DPN PPIB juga telah menyatakan tidak ada mendukung calon lain, selain pasangan Pinondang Simanjuntak-Ampuan Situmeang. Pernyataan tersebut secara langsung ditanda tangani oleh Ketua KPU Taput Lamtagon Manalu,” beber Pinondang.

Demikian juga pada verifikasi Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) yang ditetapkan KPU Taput mengusung pasangan Sanggam Hutagalung-Sahat Sinaga. ”Menurut kami, dasar penetapan itu juga tanpa alasan yang tepat dan akuntabel. Sebab, menurut DPP PPRN dan DPW PPRN, kepengurusan yang sah DPD PPRN Kabupaten Taput adalah Turman Simanjuntak sebagai ketua, Jhony Simanjuntak sebagai sekretaris dan Hankam Sitorus sebagai bendahara.

Sedangkan yang menanda tangani model B, B1, B2 KWK-KPU dari PPRN untuk pasangan Sanggam Hutagalung-Sahat Sinaga adalah Edison Ompusunggu (ketua) dan Firman Lumbantobing (sekretaris), merupakan kepengurusan yang tidak sah. Hal ini dibuktikan dengan surat DPP dan DPW dari PPRN,” papar Pinondang.

Sedangkan hasil verifikasi Partai Buruh yang  mengusung bakal calon Pinondang Simanjuntak-Ampuan Situmeang, juga menurutnya dialihkan oleh komisioner KPU Taput terhadap balon Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir, dengan alasan telah memenuhi persyaratan. Padahal, rekomendasi dari DPP, DPW dan DPC Partai Buruh menyatakan hanya mengusung balon bupati Pinondang Simanjuntak-Ampuan Situmeang.

Untuk hasil verifikasi Partai Barisan Nasional (BarNas) yang pada saat pendaftaran mengusung pasangan Pinondang Simanjuntak-Ampuan Situmeang dan pasangan Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir, serta pasangan Saur Lumbantobing-Manerep Manalu. Namun komisioner KPU menetapkan bahwa Partai BarNas mengusung pasangan Saur Lumbantobing-Menerep Manalu.

Padahal, yang menandatangani Partai BarNas untuk pasangan Saur Lumbantobing-Manerep Manalu merupakan kepengurusan yang tidak sah. ”Menurut penjelasan DPP/DPW BarNas bahwa kepengurusan yang sah DPC Partai BarNas Kabupaten Taput adalah Mangasi Purba selaku ketua, Darman Purba selaku sekretaris dan Wesli  Simanjuntak selaku bendahara.

Akan tetapi, komisioner KPU Taput tetap memutuskan dukungan yang sah kepada pasangan Saur Lumbantobing-Manerep Manalu,” terang Pinondang.

Sesuai dengan tenggang waktu perbaikan kelengkapan berkas verifikasi komisioner KPU Taput, pasangan Pinondang Simanjuntak-Ampuan Situmeang kembali menambahkan tiga partai pendukung yaitu Partai Republikan Nusantara ,Partai Benteng Kerakyatan Indonesia dan Partai Pengusaha Pekerja Indonesia (PPPI).

“Dengan demikian, seluruh persyaratan yang kami berikan telah terpenuhi sesuai dengan ketentuan pasal 59 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No12 Tahun 2012 tentang perubahan ke 2 UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, jo Pasal 60 ayat (1) Peraturan KPU No.9 Tahun 2012 tentang pedoman teknis pencalonan pemilu kepala daerah/wakil kepala daerah,” tegasnya.

Untuk menindaklanjuti keberatan tersebut, Pinondang menyebut, pihaknya telah memasukkan gugatan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta. ”Kita telah masukkan gugatan hari ini ke DKPP, laporan ke Bawaslu dan juga akan kita masukkan pengaduan pidana terhadap pemalsuan dokumen negara yang dilakukan oleh komisioner KPU Taput ke Mabes Polri,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Taput Lamtagon Manalu mengatakan, langkah yang dilakukan pasangan Pinondang-Ampuan adalah hak mereka. ”Itu hak mereka,” ujar Lamtagon enteng dan mengaku siap melayani gugatan tersebut. (hsl/mua)

  • TS

    Ah hancitnai bah Talu sebelum martanding…………..ba unang hian ma mancalontton .