PKB Madina Bentuk Tim Damaikan Hidayat-Dahlan

MADINA – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tetap komit mendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Madina, Hidayat Batubara dan Dahlan Hasan Nasution.

Aksi unjuk rasa yang beberapa kali terjadi dalam sepekan terakhir telah mendorong fungsionaris PKB Madina untuk mengambil sikap. Selaku partai pengusung, banyak hal yang menjadi pertimbangan bagi PKB Madina untuk tetap mendukung pasangan ini.

“Setelah menggelar rapat pleno di Hotel Rindang, Panyabungan belum lama ini, DPC PKB Madina dapat menyikapi dinamika politik. PKB Madina tetap berkomitmen mendukung pasangan HM Hidayat Batubara SE dan Drs H Dahlan Hasan Nasution sebagai bupati dan wakil bupati.

Rapat yang berlangsung cukup alot tersebut dihadiri sebagian besar pengurus,” sebut Ketua DPC PKB Madina Khairuddin Faslah Siregar didampingi Ketua Fraksi PKB DPRD Madina HM Ja’far Sukhairi Nasution bersama sejumlah pengurus kepada wartawan, Kamis (24/1).

Dikatakan Faslah, keputusan tersebut tidak berarti mengecilkan arti gejala dan realita yang mengemuka dalam sepan terakhir, termasuk aksi unjuk rasa ribuan masyarakat di gedung DPRD Madina pada hari Kamis pekan lalu.

”PKB Madina sangat menghargai setiap partisipasi politik masyarakat, baik melalui diskusi membangun wacana, maupun aksi unjuk rasa yang sehat demi mewujudkan kemakmuran dan kemasyhuran Kabupaten Madina yang madani.

Banyak hal positif yang bisa kita cermati dari tiga gelombang aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat, termasuk demonstrasi yang dilaksanakan di gedung DPRD Madina pada kamis kemarin,” ungkapnya.

Lebih jauh lagi disampaikan Faslah, PKB Madina sudah berusaha menangkap dan memahami aspirasi masyarakat Madina. Dia juga yakin, masyarakat tetap mengedepankan pikiran yang jernih. Masyarakat dapat memahami bahwa partai-partai politik yang ada di DPRD Madina, termasuk parpol pengusung, bupati dan wakil bupati.

Dan parpol pendukung harus menjalankan mekanisme internalnya sebelum mengambil sikap atas dinamika yang berkembang. Faslah mengungkapkan, pleno PKB Madina itu juga membentuk satu tim konsolidasi yang bertugas untuk mengejawantahkan sikap tersebut. “Kita sepakat agar tim konsolidasi ini dipimpin langsung ketua Fraksi PKB Madina, saudara HM Ja’far Sukhairi Nasution,” jelas Faslah Siregar.

Dilanjutkannya, Ja’far Sukhairi selain bertugas untuk melakukan konsolidasi internal, rapat pleno itu juga menugaskan tim ini untuk melanjutkan upaya ishlah (berdamai) antara bupati dan wakil bupati Madina, HM Hidayat Batubara dan H Dahlan Hasan Nasution.

“Lahirnya tim konsolidasi ini sudah menunjukkan karakter dan identitas PKB Madina yang sesungguhnya. Lebih dari itu, sikap PKB Madina ini juga menggambarkan karakter, strategi dan heroisme sebagai partai islam.

Saya katakan begitu karena  saya sempat khawatir situasi Madina bisa-bisa memberikan cap negatif kepada partai islam seperti PKB. PKB harus bisa menunjukkan sikap konsisten, istiqomah. Kan gak enak kalau identitas plin-plan melekat pada partai islam,” tegas Sukhairi.

Tentu saja, ungkap Sukhairi lebih dalam, sikap PKB ini bukan tanpa resiko. “Seperti yang diungkapkan saudara-saudara pengurus Partai, apa pun resiko dan tantangannya, sikap konsisten PKB Madina sebagai partai pengusung untuk mendukung bupati dan wakil bupati Hidayat Batubara  dan Dahlan Hasan Nasution adalah sikap yang lebih menguntungkan bagi daerah Madina secara keseluruhan, bukan saja bagi PKB,” katanya.

Karena itu, dia menggambarkan bahwa perkembangan situasi politik di Madina itu sangat dinamis. Agar bisa selalu meng-update data yang ada di partai dan pikiran kita, perlu perhatian ekstra. Harus ada kajian yang berkelanjutan.

“Insya Allah, tim ini bisa bekerja optimal, lebih-lebih kalau masyarakat juga dapat maklum dan mendukung penuh,” harapnya. (wan)