Polisi Dipukul Pria Kurang Waras

(Foto: DHEV FRETES BAKKARA) Erik Josua Sianturi, pelaku pemukul polisi.

(Foto: DHEV FRETES BAKKARA)
Erik Josua Sianturi, pelaku pemukul polisi.

SIANTAR- Pos Polisi Pasar Horas sempat heboh atas peristiwa pemukulan oleh seorang pria, yang belakangan diketahui kurang waras, terhadap seorang polisi, Kamis (3/8) sekira pukul 11.00 WIB. Walau sempat diperiksa, namun pria itu akhirnya dilepas karena keluarganya mengatakan bahwa ada gangguan pada sarafnya karena dia sempat menjadi pecandu narkoba.

Pria ini bernama Erik Josua Sianturi (20) warga Jalan Damar, Kelurahan Kahean, Siantar Utara. Peristiwa tersebut berawal ketika Erik baru selesai makan di dekat Siantar Plaza. Selanjutnya dia mengendarai sepedamotor Honda GL Pro peninggalan ayahnya melalui Jalan Merdeka tanpa memakai helm. Ardi, petugas lalu lintas yang melihat Erik selanjutnya memberhentikannya. “Mana helm mu?” tanya petugas pada Erik. “Ini helm ku Pak?” jawab Erik sambil menunjukkan topi yang dipakainya. Melihat aksi Erik ini, petugas selanjutnya menyuruh Erik minggir ke tepi jalan, selanjutnya Erik diminta menunjukkan surat-suratnya.

Namun Erik hanya menunjukkkan STNK, SIM dia tak punya. Polisi selanjutnya membawa dia ke pos untuk ditilang. Di dalam pos polisi, Erik meminta kepada petugas untuk menuggu agar jangan ditilang dulu. “Tunggu dulu pak, saya telepon dulu bapak saya,” sebut Erik seraya mengambil HP layer sentuh miliknya. “Silahkan,” balas petugas. Erik membuka foto di ponselnya dan menunjukkan salah satu foto kepada polisi. Namun yang ditunjukkannya adalah foto kuburan dan membuat petugas kebingungan. “Halo pak, dimana pak, tolong roh mu masuk kan ke jiwaku,” kata Erik makin membuat petugas kebingungan.

Surat tilang belum diisi, Erik makin bertingkah aneh. “Kenapa pak, main kita?” tantang Erik seraya melepas sandalnya dan bergaya seperti hendak bertarung.  Saat itu seorang polisi yang bertugas di Pos Polisi Pasar Horas berinisial WD masuk ke dalam pos polisi dan menyampaikan pertanyaan kepada Erik yang bertingkah aneh. Bukannya menjawab dengan baik, Erik malah semakin menantang dan mengajak duel. Bahkan Erik memegang kepala petugas tersebut membuat petugas marah dan kemudian menepis tangan Erik.

Namun saat petugas berbalik dan melihat ke arah pintu, tiba-tiba Erik melayangkan pukulan ke wajah petugas. Petugas ini pun menangkapnya dan meyerahkannya ke Mapolsek Siantar Barat.  Di Mapolsek Siantar Barat, Erik selanjutnya diperiksa. Namun saat pemeriksaan, perkataan Erik selalu ngawur hingga membuat petugas kesulitan.

Sembari memeriksa, petugas menghubungi Jener Sianturi, abang Erik, namun dia mengaku belum bisa datang ke Mapolsek karena masih kerja di acara pesta. Diketahui Jener adalah pemain keyboard. Namun saat itu abangnya mengatakan bahwa Erik memiliki kekurangan pada sarafnya yang terganggu karena dulunya sering menggunakan narkoba. Sejurus kemudian petugas menghentikan pemeriksaan karena Erik makin ngawur.

Erik yang diwawancarai METRO mengaku bahwa dia adalah tamatan STM. Katanya, dia memukul petugas karena marah akibat tangannya dihempaskan. “Aku dipukulnya, makanya aku pukul dia,” sebut korban sembari mengatakan ayahnya sudah meninggal sekitar 2 tahun lalu.

Korban yang merupakan anak ke-2 dari 3 bersaudara ini mengaku sehari-harinya bekerja ikut abangnya dan bertugas mengangkat perlengkapan musik di acara pesta. “Mama buka kedai tuak dan tambulnya ular dan biawak,” katanya sembari mengepulkan asap rokoknya.  Situasi makin tampak lucu saat dia mengaku memiliki pacar yang disebutkan boru Siregar. Namun yang ditunjukkan di Hp nya adalah foto artis hingga membuat petugas terbahak-bahak.

Erik juga mengatakan, saat selesai makan, dia tak punya uang dan memberikan Hp sebagai jaminan, namun pedagang itu tak menerima. “Aku kasih Hp sebagai borohnya, tapi ia tidak terima. Yah, makan pun jadi tidak bayar,” kata Erik sembari tertawa.

Sementara WD, petugas yang dipukul Erik mengatakan, dia tidak membaut laporan pengaduan karena telah mengetahui Erik kurang waras. “Tadi pas wajahku berpaling tiba-tiba dia tinju aku,” kata petugas tersebut.  Ia juga menerangkan, sebelumnya Erik mencoba memegang kepalanya dan selanjutnya ia menyingkirkan tangannya membuat Erik tidak senang. WD juga mengaku tidak ada memukul Erik. “Ga mungkinlah aku pukul dia. Itu kan menambah masalah,” sebut WD.

Sementara, petugas lalu lintas yang menilang Erik mengatakan sudah mulai ragu akan kesehatan Erik saat dia menunjukkan foto kuburan. “Apalagi dia lepaskan sandal dan menantang untuk berduel, aku pun jadi heran,” sebut Ardi, petugas lalu lintas itu. Terpisah, Kapolsek Siantar Barat AKP Indra melalui Kanit Res bermarga Purba menerangkan, Erik telah dijemput ibunya dengan membuat surat pernyataan bahwa anaknya tersebut sedang menderita sakit saraf.  Ibunya, boru Tobing mengatakan, Erik sedang masa perobatan dan belum sembuh karena beberapa tahun sebelumnya pengguna narkoba. (pra)