Penyerahan Berkas Syarat Pemilu dari Parpol Minim

Komisioner KPU Siantar menerima pengurus DPD PAN saat menyerahkan berkas syarat kepesertaan pemilihan umum 2019.
PatiarManurung/MetroSiantar
Komisioner KPU Siantar menerima pengurus DPD PAN saat menyerahkan berkas syarat kepesertaan pemilihan umum 2019.

MetroSiantar.com-Untuk bisa mengikuti peserta pemilihan di tahun 2019, sejumlah partai politik (Parpo) yang ada di Kota Pematangsiantar mulai mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Sejak penyerahan  dokumen parpol dibuka dari tanggal 3 hingga tanggal 13, sejauh ini baru ada 5 partai mendatangi KPU, di Jalan Porsea, Kecamatan Siantar Utara. Padahal, masih banyak partai lain yang belum datang. Parpol yang sudah menyerahkan dokumen adalah PSI, PDI Perjuangan, Perindo. Untuk kali ini, Jumat (13/10), giliran PAN dan NasDem. Kedatangan PAN dipimpin langsung Zainal Purba selaku ketua DPD PAN didampingi pengurus lainnya seperti Nurlela Sikumbang, Ilham. Sementara DPD NasDem dipimpin Frans Herbert Siahaan bersama Sekretarisnya Fernando Sitorus dan Ketua Garda NasDem Romean Siahaan.

Kehadiran kedua Parpol itu diterima seluruh Komisioner KPUD Pematangsiantar yang diketuai Mangasi Purba. Tidak begitu lama, dokumen yang diserahkan kepada KPU langsung diverifikasi yang disaksikan Panwas. KPU menyatakan dokumen yang diserahkan parpol itu sesuai dengan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang berbasis online. Ketua DPD PAN Kota Pematangsiantar Zainal Purba melalui Sekretaris I, Ilal M Nasution menyampaikan apresiasi kepada KPU. Menurutnya, pihaknya melakukan verifikasi dalam rangka pendaftaran partai secara lengkap sesuai dengan PKPU Nomor 11 Tahun 2017. Di sana disebutkan harus berbasis Sipol yang secara online. Di mana parpol harus menyertakan KTA beserta E KTP. Pendaftaran ini juga dilakukan di DPP PAN di KPU RI.

“Sesuai dengan data KPU bahwa PAN yang pertama lulus diterima tanpa perbaikan. Parpol sebelumnya sudah menyerahkan berkas tetapi belum membawanya secara lengkap sehingga perlu diperbaiki. Saya selaku Sekretaris I DPD PAN Kota Pematangsiantar menyatakan siap diverifikasi sesuai peraturan yang ada, berdasarkan administrasi dan vaktual. Dengan ini jua kita siap bertarung pada kontekstan 2019,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPD NasDem Kota Pematangsiantar Frans Herbert Siahaan kepada KPU menyampaikan bahwa NasDem secara serentak di seluruh daerah menyerahkan dokumen Parpol. Ia juga mengatakan PAN siap mengikuti semua proses verifikasi administrasi yang vaktual. Namun Frans Herbert Siahaan meminta dukungan atau masukan dari KPU untuk melancarkan proses verifikasi atau demi menjaga berbagai hal keselahan.

“Karena kita ini juga mungkin tidak luput dari kesalahan. Jadi kami mohon masukan dan mari kita sama-sama menyukseskannya,” katanya.

Sementara Ketua KPU Pematangsiantar Mangasi Purba menjelaskan, penyerahan dokumen persyaratan peserta pemilihan umum tahun 2019 sudah dibuka dari tanggal 3- 16 Oktober.

Ada 5 yang sudah mendatangi kantor KPU tetapi ada satu parpol yaitu PSI yang belum lengkap.

“Dari pemeriksaan baru 4 parpol yang memenuhi ketentuan sesuai data Sipol dengan KPU Kabupaten/Kota untuk kemudian dilanjutkan ke tahap berikutnya. Sebelumnya memang ada 3 partai yang kita kembalikan, tetapi PDI Perjuangan dan Parindo sudah datang kembali dan dokumennya akhirnya lengkap. Sementara PSI sampai sekarang belum datang,” jelasnya.

Dijelaskan, kesempatan terakhir untuk penyerahan berkas persyaratan adalah tanggal 16 Oktober.  Khususnya tanggal 16 itu batas penyerahan pukul 00.00 WIB, dan jika sampai saat itu partai terkait tidak menyerahkan maka verifikasi tidak dapat lagi dilanjutkan.

“Yang kita terima itu salinan KTA dan E KTP. Kalau ada yang kurang maka harus dilengkapi,” kata Mangasi.

Tahapan selanjutnya, kata Mangasi adalah penelitian administrasi dan verifikasi faktual terhadap kepengurusan partai.

Syarat keanggotaan parpol untuk wilayah Kota Pematangsiantar minimal 281 atau seperseribu dari jumlah penduduk.

“Kalau tidak ikut diteliti secara administrasi maka peluang untuk ikut pemiluh 2019 berkurang. Dan apabila dari hasil akumulasi KPU RI kelengkapan pengurus belum rampung sesuai dengan ketentuan maka secara otomatis gugur dari kepesertaan pemilihan umum tahun 2019,” terangnya.(pam/ms)