Tiga Partai Baru Ikut Verifikasi

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroSIantar.com-Pemilihan legislatif dan pemilihan umum presiden mendatang bakal diramaikan tiga partai baru yakni Partai Berkarya, PSI dan Perindo. Sementara wajah lama masih akan menghiasi perhelatan demokrasi di Indonesia yakni PKS, Nasdem, Golkar, PDIP, PBB, PAN, PKB, PPP, PKPI dan Demokrat.

Pantauan METRO SIANTAR, hingga Senin (16/10) malam di KPU Siantar dan KPU Simalungun, para komisioner masih melakukan pemeriksaan berkas pendaftaran sejumlah partai yang belum lengkap.

Untuk KPU Simalungun yang berkantor di jalan Jon Horailam Saragih Garingging Kecamatan Raya, sejumlah parpol telah mengantarkan berkas pendaftaran
Ketua KPU Simalungun Adelbert Damanik, mengatakan berkas pendaftaran yang lengkap selanjutnya akan diverifikasi. Ada beberapa partai yang dinyatakan lengkap, namun untuk beberapa partai lain ditunggu hingga menit terakhir untuk melengkapi berkas.

Ketua DPC Partai Demokrat Elias Barus yang mendaftar pada hari terakhir, mengatakan membawa berkas pendaftaran dengan anggota terbanyak yakni 7.060 anggota yang sudah lengkap dengan Kartu Tanda Anggota dan Kartu Tanda Penduduk.

Sementara di KPU Kota Siantar yang beralamat di Jalan Porsea Kelurahan Teladan Pematangsiantar, kesibukan komisioner dan para staf terlihat hingga tengah malam.
PKB dan PKPI merupakan partai yang mendaftarkan diri pada malam hari, sebelum pendaftaran ditutup. Belum diketahui apakah berkasnya sudah lengkap atau belum.

Sementara sebelumnya sudah 11 partai yang lengkap sesuai sistem informasi partai politik (Sipol) yakni Hanura, PKPI, PKB, Golkar, PPP, PDI Perjuangan, Gerindra, PKS, PPP, PAN, dan Nasdem. Sementara partai baru yakni Partai Berkarya, PSI dan Perindo. Sementara Demokrat belum dinyatakan lengkap hingga berita ini diturunkan ke redaksi.
Ketua KPU Siantar Mangasi Tua Purba mengatakan, setelah ditutup, maka partai politik tidak bisa lagi menyerahkan berkas pendaftaran. Namun jika ada perubahan, maka pihaknya sebelumnya akan melakukan konsultasi dengan pihak atasan.
“Pada prinsipnya parpol yang memenuhi ketentuan itu harus lengkap. Tetapi kalau belum sesuai, pasti ada solusi yang kita berikan sesuai dengan surat KPU RI,” jelasnya.

Menurut aturan Sipol, terang Mangasi, partai yang menyerahkan data Sipol harus melengkapi KTA dan E KTP. Jumlah di Sipol harus sama dengan jumlah KTA dan E KTP.
“Data di Sipol tersebutlah nantinya diverifikasi. Maka berkasnya harus sama, baru diterima untuk diverifikasi,”katanya. (son/pam/esa/ms)