Proyek Pelebaran Jalan Suka Makmur Asal Jadi

[Foto: Ahmad Efendi]
Dinding beton selokan di Jalan Makmur, Sipare-pare diduga dibangun tidak sesuai bestek.

SUKA MAKMUR – Proyek  pelebaran di Desa Suka Makmur Sipare-pare, Kecamatan Bilah Barat oleh Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Labuhanbatu yang dilaksanakan oleh CV Dwi Chindi Abadi diduga dikerjakan asal jadi alias  tidak sesuai bestek.

Kepada METRO, Minggu (28/10), Zulkipli Harahap (36), warga Sipare-pare mengatakan, proyek yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012 dengan nilai kontrak Rp3.314.000 dikerjakan asalan jadi sehingga berpotensi rusak belum waktunya. Proyek pelebaran jalan sekaligus pembangunan beton drainase, dinilai tidak mengikuti petunjuk teknis rencana pembangunan.

“Lebar dinding atas parit sesuai pekerjaan drainase typikal parit beton  seharusnya 0,12 centimeter, tetapi dalam pengerjaannya di Jalan Suka Makmur hanya 0,06 centimeter, berarti ada pengurangan sebanyak 0,06 centimeter,” kata Zulkipli. Dijelaskan Zulkipli, selain beton drainase yang tidak sesuai bestek, kualitas pelebaran jalan juga dipertanyakan.

“Pekerjaan pelebaran perlu diperiksa lapis pondasi atas dan bawah bawah, lapis aspal resap perekat (prim coat), menghampar lapis aspal beton (laston). Jika volumenya tidak sesuai kelas jalan, maka dalam waktu singkat jalan akan hancur,” katanya. Hal senada disampaikan Rusli Rambe (33) dan Muhammad Susilo (37). Kedua warga di sekitar Jalan Suka Makmur ini mengeluhkan proyek pelebaran jalan yang terkesan asal jadi.

“Panjang proek pelebaran jalan sekitar 1,5 kilometer, dikerjakan asal jadi, yang rugi nantinya pasti masyarakat yang menggunakan. Plasteran dinding parit betonnya sangat tipis dan terkesan akan mudah hancur. Kami berharap agar pemerintah dapat menindak tegas kontaraktor nakal yang dapat merugikan Negara dan masyarakat,” kata Rusli Rambe. (CR-2)