Pulang Merantau Gadis 19 Tahun Gantung Diri

[Foto Hermanto Turnip]
MENINGGAL: Kedua orangtua Lela terus menangisi jasad putrinya yang meninggal karena gantung diri, Sabtu (28/2).

TOBASA – Sembilan hari pulang merantau dari Jakarta, Nurlela br Tampubolon, warga Desa Huta Bulbul, Balige, tewas gantung diri dekat pintu kamarnya, Sabtu (28/2), sekira pukul 11.20 WIB. Gadis berusia 19 tahun ini gantung diri menggunakan dua helai selendang.

Wanita yang biasa dipanggil Lela itu sempat dibawa ke Rumah Sakit Balige. Namun diduga Lela sebelumnya sudah meregang nyawa. Menurut penuturan warga setempat, pagi sebelum peristiwa itu terjadi, Lela bersama ibunya L br Sihombing (48) pergi ke Pasar Onan Balige dengan menaiki becak. Namun di tengah jalan, Lela minta turun dari becak dengan alasan ingin membeli sarapan pagi. Sedangkan ibunya melanjutkan perjalanan dan berbelanja ke Pasar Onan Balige.

Beberapa menit kemudian, Lela bukannya menemui ibunya di Pasar Onan Balige, tetapi kembali ke rumah mereka di Desa Huta Bulbul.  Selanjutnya, sekira pukul 11.30 WIB, usai berbelanja, ibu korban kembali ke rumah. Lalu menggedor pintu rumah sambil memanggil-manggil nama Lela. Sebab seluruh pintu rumah dalam keadaan terkunci.

Dipanggil hingga berkali-kali, korban tak juga menyahut. “Kemudian saya menilik dari celah dinding kamarnya. Saya terkejut, melihat dia sudah tergantung dekat pintu kamarnya. Setelah itu saya teriak minta tolong dan tetangga pun berdatangan dan mendobrak pintu,” kata ibu korban saat dimintai keterangan oleh polisi di rumahnya.

Seorang warga, Parluhutan Pardede (52) yang datang ke rumah tersebut langsung membantu ibu Lela membuka ikatan selendang. Sebelumnya, Parluhutan berencana hendak menghadiri pemakaman salah seorang warga kampung.

Menurut Parluhutan, dari mulut korban keluar darah. “Kalau lidah menjulur tidak ada, tapi saya lihat ada darah keluar dari mulutnya,” kata Parluhutan kepada polisi. Sementara itu, tetangga korban marga Tampubolon menuturkan, Lela baru menamatkan sekolah kejuruan negeri yang ada di Balige setahun lalu.

Sebelum ijazah keluar, Lela pergi merantau ke Jakarta. Setelah ijazah keluar, Lela kembali lagi ke kampung lalu berangkat ke Jakarta. Di Jakarta, Lela diketahui bekerja di sebuah perusahaan.
“Tapi katanya di Jakarta dia sakit-sakitan kayak kesurupan. Pada Selasa lalu, dia kumat. Kalau penyakitnya kumat dia sering menangis gitu,” papar Tampubolon.

Pantauan METRO, ayah korban, Dahlan Tampubolon (50) terus menangis di depan jasad almarhum Lela. “Boha nama boru, tinggalhonon mu ma au (bagaimana ini putri ku, kau tinggal kan aku). Sudah aku bilang, jangan tutupi semua pintu rumah.

Kau bilang supaya aku berpikir panjang setiap menghadapi masalah,” isak Dahlan sembari menangisi jasad putrinya.  Sementara itu, Kanit Serse Polsek Balige AKP Syafi’i membenarkan adanya warga gantung diri. Hanya saja, polisi tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan di tubuh korban.

Hanya saja, pihaknya telah memintai keterangan saksi-saksi yang mengetahui dan melihat langsung tubuh korban tergantung. “Bagaimana kejadianya sudah kita dengar bersama. Kesimpulan sementara, peristiwa ini murni gantung diri,” terangnya.

Untuk sementara, dua helai selendang dan satu ember plastik yang digunakan sebagai pijakan kaki diamankan polisi. Rencana keluarga, jenazah Lela akan dikebumikan esok hari, sebab masih menunggu kakaknya datang dari Jakarta. (cr-03/des)

Komentar