Puluhan Siswi SMAN 1 Kotapinang Kesurupan

Jangan Kalian Kotori Tempat Tinggalku!

Guru sedang memapah salah satu siswi Kelas X SMAN 1 Kotapinang yang mengalami kesurupan, Senin (16/9).

KOTAPINANG – Puluhan siswi kelas X SMAN 1 Kotapinang tiba-tiba mengalami kesurupan, Senin (16/9) usai melaksanakan upacara bendera. Dari teriakan siswi yang kesurupan mengatakan ‘jangan kalian kotori rumah tempat tinggalku’.

Informasi yang dihimpun, seperti biasa setiap hari Senin, guru dan siswa melaksanakan upacara bendera. Sebelum kejadian, pembina upacara guru Teknologi Informasi Komputer (TIK) bernama Jamal menyampaikan kata sambutan tentang kebersihan sekolah.

Namun, setelah upacara dibubarkan tiba-tiba sekitar 10 siswi kelas X mengalami kesurupan dan berteriak-teriak. Guru dan rekan siswa memberikan pertolongan kepada para siswi yang berteriak-teriak hingga lemas, namun korban terus bertambah hingga diperkirakan ada 30 siswi kelas X SMAN 1 Kotapinang mengalami hal yang sama. Siswi yang kesurupan berteriak-teriak histeris dengan melontarkan kata ‘Jangan kalian kotori tempat tinggalku’.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Kotapinang A Damanik mengatakan, ada  sekitar 20 siswi yang kesurupan. Pihak sekolah akhirnya membuat kebijakan memulangkan seluruh siswa setelah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, untuk menjaga tidak terjadi korban tambahan. Sementara yang menjadi korban kesurupan, dijemput orangtua maupun walinya setelah dikabari dan mendapat pertolongan pertama.

Sementara Fitri, salah seorang siswi yang sempat mengalami kesurupan mengaku pada awalnya kepalanya terasa pening. Kemudian dirinya tak sadarkan diri, tiba-tiba ketika siuman sudah banyak teman-teman dan guru berada disampingnya. “Aku tak ingat lagi hanya kepalaku terasa pening,” katanya.

Sementara V Manurung (17), mantan siswa SMAN 1 Kotapinang jurusan IPS, yang kebetulan berada di sekolah hendak mengambil ijazah mengatakan, siswa kesurupan di SMA Negeri 1 Kotapinang pernah terjadi tahun 2012. Saat itu dirinya masih duduk di kelas XI. Namun dirinya mengaku heran, karena korbannya selalu siswa perempuan. (Mhr)

Komentar