Ratusan Warga Dirikan Tenda di Desa Pare-pare

Terkait Silang Sengketa Lahan

(FOTO: Syawal Tanjung) Ratusan warga yang mendirikan tenda di aeral sengketa antara pihak PT Serba Huta Jaya dengan petani.

(FOTO: Syawal Tanjung)
Ratusan warga yang mendirikan tenda di aeral sengketa antara pihak PT Serba Huta Jaya dengan petani.

LABURA- Ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Teluk Lesung Desa Pare-pare Tengah Kecamatan Marbau Labuhanbatu Utara (Labura) mendirikan perkemahan dengan menggunakan tenda biru di lahan sengketa antara petani dengan perusahaan perkebunan sawit PT Serba Huta Jaya. Pendirian tenda di lahan seluas 200 hektare tersebut sudah berlangsung selama 2 hari, tepatnya mulai Minggu (5/8) dan Senin (6/8).

Para petani mengklaim bahwa lahan yang mereka tempati adalah lahan milik petani yang sudah dikelolah sejak tahun 1972. Salah seorang petani Tafit Harahap (46) mengatakan, silang sengketa tanah ini sudah pernah disampaikan ke DPRD. Bahkan pihak DPRD dan petani sudah pernah mengundang pihak perusahaan untuk membahasa masalah tersebut.

Hanya saja pihak perusahaan tak pernah menghadiri pertemuan tersebut. Sementara ketua kelompok tani Jumali (48) mengaku, pihaknya yakin akan dapat menguasai lahan milik mereka.  “Karena kami mempunyai bukti dan data kepemilikan atas lahan tersebut. Jadi kami yakin akan dapat memperoleh  hak kami. Itu sebabnya kami membuat perkemahan di lahan ini,” kata Jumali.

Pantau METRO, ratusan petani tampak membangun perkemahan dan membawa peralatan rumah tangga untuk memasak seperti kuali, periuk, cangkir, piring, dan kompor. Sementara tak jauh dari lokasi perkemahan warga personil kepolisian tampak berjaga-jaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kabag Ops Polres Labuhanbatu Kompol E Hutagaol mengatakan, personil yang di turunkan sebanyak 76 personil. Para personil ini merupakan gabungan dari Polres Labuhanbatu dengan personil Polsek Bilah HIlir. (st)

Komentar