Raudhatul Athfal Miliki Peran Strategis

Terhadap Pendidikan Islam Sejak Usia Dini

TAPTENG – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tapteng, Drs H Sarmadan Nur Siregar MA, mengungkapkan, Taman Kanak-Kanak Islam atau saat ini lebih dikenal Raudhatul Athfal (RA) memiliki peran yang sangat strategis untuk memberikan pendidikan Islam bagi anak sejak usia dini.

“Pendidikan menurut ajaran Islam diberikan kepada manusia sejak dirinya dilahirkan sampai menjelang kematiannya. Pentingnya pendidikan Islam dapat dipahami dari wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW.

Kata pertama dari wahyu itu adalah Iqra yang berarti bacalah,” kata Sarmadan Nur Siregar saat membuka kegiatan lomba yang digelar Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Sibolga-Tapteng, Rabu (29/5) kemarin di Masjid Raya Sibuluan.

Beragam lomba di antaranya, cerdas cermat, puisi, ikrar santri dan mewarnai tingkat RA se Sibolga dan Tapteng tersebut diikuti lebih dari 400 orang peserta. Kegiatan tersebut merupakan ajang tahunan yang rutin digelar disetiap penghujung tahun ajaran.

Menurut Kakan Kemenag Sarmadan Nur Siregar, ayat Iqra tersebut telah memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan pengikut beliau untuk membaca, menulis, memahami, berbagi dan menyebarkan ajaran Islam dengan segala kemampuan yang dimiliki.

Berbagai riset-riset otak menunjukkan bahwa masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan otak anak untuk memperoleh proses pendidikan.

Periode ini adalah tahun-tahun berharga bagi seorang anak untuk mengenali berbagai macam fakta di lingkungannya sebagai stimulan terhadap perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif maupun sosialnya.

“Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 50 persen kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun, 80 persen telah terjadi ketika berumur 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi ketika anak berumur sekitar 18 tahun,” beber Sarmadan.

Oleh karenanya, pendidikan anak sejak usia dini dalam bentuk pemberian rangsangan-rangsangan (stimulasi) dari lingkungan terdekat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan kemampuan anak.

“Kami dari Kantor Kemenag Tapteng sangat mendukung kegiatan seperti ini. Maka itu, kami akan memberikan hadiah berupa piala kepada peraih juara umum,” pungkas Sarmadan.

Ketua IGRA Sibolga-Tapteng, Irma Yusnita mengatakan, Pemerintah Indonesia sejak tahun 2002 yang lalu telah memberikan perhatian yang besar terhadap lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Raudhatul Athfal (RA) merupakan salah lembaga pendidikan anak usia dini di lingkungan kementerian agama yang juga mendapatkan perhatian besar dalam pengelolaanya. “Raudhatul Athfal berasal dari kata Raudhah yang berarti, taman dan Athfal yang berarti anak-anak.

Secara bahasa, Raudhatul Athfal berarti taman kanak-kanak. Maka itu, Raudhatul Athfal merupakan salah satu lembaga pendidikan anak pra sekolah,” ungkap Irma Yusnita.

Pihaknya bersyukur, lembaga pendidikan RA di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng kurun waktu terakhir mengalami perkembangan yang signifikan. Hal itu dibuktikan dengan semakin bertumbuhnya jumlah peserta didik di setiap tahun ajaran.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hj Rosnaini melaporkan, kegiatan lomba tersebut diikuti lebih dari 400 orang peserta dari 42 RA yang ada di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng. Ada 4 cabang lomba yakni meliputi, lomba cerdas cermat, baca puisi, ikrar santri dan lomba mewarnai.

“Lomba ini merupakan ajang rutin tahunan yang digelar setiap menjelang akhir tahun pelajaran di tingkat Raudhatul Athfal. Para pemenang lomba di setiap cabang akan diberikan hadiah berupa piala dan piagam penghargaan,” pungkasnya. (tob)