Reses DPRD Sebaiknya Ditiadakan

SIANTAR – Anggota DPRD Kota Siantar, kembali melaksanakan reses pada akhir tahun ini. Reses kali merupakan yang ketiga kalinya dalam tahun ini. Namun reses yang menelan biaya sekitar Rp26 juta setiap orangnya, dinilai tidak memiliki dampak terhadap pembangunan.

Sehingga pelaksanaan reses DPRD sudah perlu dievaluasi kembali apakah penting dilaksanakan atau tidak. Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GKMI) Siantar Simalungun Edi Sihombing SH menegaskan, seharusnya dalam masa reses yang dilakukan sebelumnya harus bermanfaat terhadap salah satu fungsi DPRD, yaitu fungsi budgeting.

Hasil dari reses itu harusnya diaktualisasikan DPRD saat pembahasan APBD Siantar. “Namun dengan penempatan pembangunan yang saat ini dilaksanakan, begitu banyak yang tidak tepat sasaran. Seperti jalan yang masih bagus mendapat pengaspalan, sementara jalan yang rusak tidak diperbaiki,” katanya.

Seharusnya dalam pembahasan APBD, DPRD memainkan fungsi budgetingnya dengan mengusulkan dan memperjuangkan atas usulan masyarakat saat melakukan reses.

Salah satu yang lebih jelas terlihat di masyarakat, bahwa DPRD belum sanggup memperjuangkan supaya alokasi anggaran untuk tunjangan honorarium dipangkas demi mengakomodiri kebutuhan masyarakat dalam percepatan pembangunan.

Masih kata dia, masa reses DPRD di Siantar sebaiknya ditiadakan saja. Selain menghambur-hamburkan uang rakyat, pertanggungjawaban dari pada reses itu patut dipertanyakan, bila perlu DPRD harus berani mempublikasikan kepada publik.

“Bahkan yang terjadi selama ini, laporan hasil reses yang disusun secara individu sekedar menjadi syarat administratif pertanggungjawaban keuangan yang minim pengelolaan dokumennya. Akibatnya, hasil pelaksanaan reses tidak dapat ditindaklanjuti dengan baik dan efektif. Dengan kondisi demikian, tidak heran jika efektivitas dan efisiensi masa reses pun dipertanyakan,” katanya.

Salah satu yang paling menjadi persolan sosial, masyarakat yang mengikuti reses tersebut dibatasi jumlahnya. Akibatnya, reses tersebut menjadi tontonan di mata publik yang menimbulkan kecemburuan sosial.

Sementara itu, di gedung DPRD yang masuk kantor hanya satu dua orang saja. dan di antarnya mengaku tidak melaksanakan reses. “Saya tidak ada mengambil reses, malas,” ujar salah seorang anggota DPRD Siantar baru-baru ini.

Pada reses sebelumnya beberapa anggota DPRD juga tidak melaksanakan reses, yakni Ketua DPRD Marulitua Hutapea dan beberaoa anggota DPRD lainnya. (pra)