Ribut Karena Senggolan saat Joget Oknum Polisi Dikeroyok

[Foto: Rhano]
Usai keributan dengan oknum aparat, kafe pun ditutup.

SIANTAR – Brigadir Thamrin Harahap (35), personel Sat Narkoba Polres Pematangsiantar, dikeroyok sekelompok pemuda di sekitar Kafe Indah di Kelurahan Tanjung Pinggir, Siantar Martoba, Sabtu (27/10) dini hari.
Informasi dihimpun METRO, keributan berawal saat Thamrin bersenggolan ketika berjoget dengan salah seorang pemuda itu, Jumat (26/10) sekira pukul 23.30 WIB. Lalu petugas yang menenteng pistol di pinggangnya ini membentak bahkan menantang berduel.

Tapi pemuda ini tetap saja tidak meladeni tantangan Thamrin dan memilih kembali duduk di meja tempatnya menikmati minuman bersama teman-temannya. Namun bentakan petugas tadi justru menimbulkan rasa tak senang pada teman-teman IP yang duduk bersama di meja Indah Cafe. Keempatnya bahkan berniat untuk mendatangi Thamrin, namun dihalang-halangi salah seorang pemuda yang dianggap senior di Kafé tersebut.

Tidak sampai di situ, selang dua jam berikutnya atau Sabtu (27/10) sekitar jam 01.30 WIB, Thamrin keluar dari kafé dengan sedikit sempoyongan akibat pengaruh minuman keras. Sekitar 50 meter dari kafe, teman-temannya yang sudah menunggu sejak tadi langsung melayangkan pukulan berulang-ulang, termasuk pemuda yamg pertama bermasalah dengan Thamrin.

Sontak situasi itu membuat Thamrin berusaha meloloskan diri dengan berlari menjauhi kafe. Ternyata tiga teman pelaku sudah menunggu di kejahuan hingga berhasil menangkap Thamrin dan langsung mendaratkan pukulan bertubi-tubi. Akibatnya, wajah Thamrin mengalami luka lebam di wajah sebelah kanan dan bengkak di kepala.

Beruntung warga yang mengetahui kejadian itu membuat para pelaku lari terbirit-birit. Bersamaan dengan itu, Thamrin melalui ponselnya memberitahu atasannya hingga personel reskrim, provost, dan narkoba terjun ke lokasi dan berhasil menangkap tiga dari tujuh pelaku. Hasil pengembangan, Minggu (28/10) dini hari berhasil menangkap tiga pelaku lainnya.

Menurut keterangan warga sekitar kafé, Thamrin dikenal petugas yang kerap minum di kafé itu. Mereka mengatakan, Thamrin memang dikenal arogan di lokasi itu dan membuat orang selalu menjaga jarak dengannya. Sedangkan pemilik kafe boru Saragih (48), mengaku mengetahui pengeroyokan terhadap Thamrin, namun dia membantah peristiwa itu terjadi di kafé miliknya. Soal sikap Thamrin, ibu beranak tiga ini mengaku justru biasa saja.

Namun persoalan bentakan Thamrin kepada IP pada malam itu, dia kurang memperhatikannya karena musik yang keras di kafenya dan karena ramainya pengunjung. “Tahulah Bapak bagaimana petugas. Tak perlu lagi kujelaskan. Tapi apa boleh buat, saya hanya penyedia tempatnya,” ujar Saragih yang kebanyakan menutup diri ketika ditanyai.

Terpisah, Kapolres Siantar AKBP Alberd Sianipar, membenarkan adanya persitiwa pengeroyokan terhadap personelnya. Sampai saat ini pihaknya sudah berhasil menangkap enam pelaku yang pengeroyokan, antara lain Irwan, Welni, Akbar, Irwan Munthe, Sunardi dan Rono.

*Usai Keributan, Kafe Ditutup
Aksi keributan personel Sat Narkoba Siantar Brigadir Thamrin Harahap dengan enam pengunjung kafe Indah di Jalan Rondahaim, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, berbuntut pada penutupan kafe hingga waktu yang tidak ditentukan. “Penutupan kafe indah sudah dibicarakan dengan pemilik kafe dan juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama pemeriksaan,” ujar Kapolsek Siantar Martoba AKP Mukson, Minggu (28/10).

Penutupan ini pun menuai protes dari pihak pengelola kafe. B Silalahi (32) salah seorang karyawan kafe menyebutkan, lokasi kejadian pengeroyokan Thamrin tidak terjadi di lokasi kafe. Karenanya, dia sangat menyesalkan sikap kepolisian yang menyuruh kafe ini ditutup. “Perkelahian mereka di kafe ini sudah selesai. Jika di luar, harusnya Indah Kafe tidak tanggung jawab. Sejak semalam kafe ini sudah tidak beroperasi. Jika ditutup siapa yang akan menanggung biaya operasional, termasuk gaji kami?” kesalnya.

Kasat Reskrim AKP Daniel yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan sudah mengamankan enam tersangka pemukulan tersebut, yakni Irwan, Welni, Akbar, Irwan Munthe, Sunardi dan Rono. (ndo/mag-05)