Saksi Perkara Korupsi APBD SIMALUNGUN Ahli BPKP Cabut Keterangan

(Foto: IST)
Mantan Bupati Simalungun Zulkarnain Damanik saat duduk di persidangan PN Medan.

MEDAN – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana APBD Kabupaten Simalungun tahun 2005-2006  senilai Rp529.654.638 dengan terdakwa mantan Bupati Simalungun Zulkarnain Damanik, kembali digelar diruang Kartika Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Kamis (27/9).

Agenda sidang dengan Majelis Hakim yang diketuai Jonner Manik, kali ini untuk mendengarkan keterangan saksi sebagai Ahli Akuntansi dari BPKP Darwin Napitupulu yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Amardi Barus dan Billin Sinaga.

Dalam persidangan, tampak Ahli akuntansi dari BPKP perwakilan Sumatra Utara ini, sempat galau dalam memberikan keterangan dalam keahliannya. Bahkan Ahli yang dulu keterangan diminta selama proses penyidikan di Polres Simalungun mencabut keterangannya.

Adapun keterangan yang dicabut saksi dalam keterangan, di antaranya bahwa terdakwa Zulkarnain Damanik telah melakukan perbuatan melawan hukum, dicabut dalam persidangan dengan dalih itu adalah  bahasa polisi.  Dalam sidang juga terungkap, sebagai tim audit BPKP telah pergunakan laporan Bawasda Simalungun yang tidak akurat. Contohnya dalam saldo rekening koran 001 buku bank 17 Peb 2006 Rp11,5 miliar tapi dalam saldo bank penutup kas Rp11,2 miliar lebih.

Terungkap juga dalam persidangan, hasil audit BPKP yg dilakukan saksi ahli Rp555 juta lebih kerugian negara, angka ini beda dengan isi dakwaan. Di mana kerugian negara tercatat Rp529 juta lebih. Saksi ahli BPKP itu juga tidak mampu menjelaskan berapa kerugian negara yang dilakukan oleh terdakwa.

Pertama saksi bilang penggunaan panjar tidak boleh, tapi setelah didesak Junimart Girsang kuasa hukum terdakwa, saksi ahirnya mengatakan, penggunaan dana panjar boleh. Saksi ahli sebelumnya katakan terdakwa melanggar hukum, tapi kemudian karena tersudut dibuat pengacara terdakwa, dia mengatakan hanya menghitng kerugian negara dan tidak pernah mengatakan mantan bupati melanggar hukum.

Usai mendengarkan keterangan saksi, maka proses persidangan ditunda hingga pekan depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan sejumlah saksi. (pms)

Komentar