Sanggahan Keabsahan Tenaga Honorer K-II Ditutup

TAPUT – Sanggahan atas keabsahan pengumuman hasil verifikasi 446 tenaga honorer Kategori II ditutup sejak Minggu (28/4). Sebelumnya, pihak Badan kepegawaian Daerah (BKD) Taput mengumumkan hasil verifikasi tenaga honorer sejak tanggal 2 April lalu.

Kepala Bidang Pengadaan dan Pembinaan Kepegawaian di BKD Taput Leo Hutagalung, saat dikonfirmasi METRO melalui selulernya, Jumat (26/4) belum bersedia mengutarakan apakah ada surat sanggahan atas pengumuman tenaga honorer K-II itu.

“Saya sedang berada di luar kota, dan sedang dalam perjalanan. Besok saja saya hubungi,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) Tapanuli Utara (Taput) Taput Jamilin Purba, juga mengaku tidak mengetahui secara pasti perihal sanggahan atas pengumuman tersebut. ”kalau itu Kabid yang lebih tahu. Dia (Leo Hutagalung-red) sajalah hubungi,” singkat Jamilin.

Terkait hal itu, salah satu pemerhati kebijakan pemerintah di Taput, Heber Lumban Gaol, kepada METRO mengatakan, masyarakat harus tanggap dan pro aktif terhadap kebijakan pemerintah.

Termasuk pengumuman tenaga honorer kategori II yang sudah diumumkan tersebut. “BKD kan sudah membuka pengumuman data honorer K-II itu untuk melakukan uji publik. Nah di saat masa sanggah itu, masyarakat harus pro aktif. Jangan nanti setelah lewat masa pengumuman jadi banyak yang protes,” kata Heber.

Menurutnya, upaya bagi pihak-pihak tertentu untuk meloloskan tenaga honorer masuk pada kategori II secara tidak sah sesuai persyaratan.

“Maksud saya seperti ini. Yang mengusulkan data itu kan atasan tempat kerja si honorer itu sendiri. Jadi, BKD kan tidak tahu keabsahan itu. Yang tahu jelas masyarakat yang berada di sekeliling tempat kerja si tenaga honorer K-II itu sendiri. Jadi dibutuhkan ada koreksi dari masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, saat awal pengumuman tenaga honorer itu, Leo Hutagalung mengatakan, tenaga honorer yang pengangkatannya sejak 1 Januari 2005 ke bawah dan bekerja secara terus menerus hingga saat ini.

Dengan usia pada saat pengangkatan sekurang-kurangnya 19 tahun dan tidak boleh lewat dari 46 tahun per 1 januari 2006, serta tidak digaji dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), adalah syarat untuk masuk tenaga honorer kategori II.

“Nah, kita beri tenggang waktu masa sanggahan dari semua lapisan masyarakat sejak tanggal 2 April hingga 28 April 2013 untuk mengajukan surat sanggahan,” tandasnya. (cr-03/hsl)

Komentar