Sebulan Terakhir Dua Remaja Wanita Diperkosa Brandalan

PERDAGANGAN – Dalam sebulan terakhir, dua kasus pemerkosaan di wilayah hukum Polsek Perdagangan memakan korban pelajar SMA. Keduanya masing-masing NV (16) dan  S bd D (16). Para korban ini diperkosa di areal perkebunan kelapa sawit oleh pemuda brandalan.

Pemerkosaan ini pertama kali dialami NV Sabtu (2/3) sekira pukul 21.00 WIB di areal kebun sawit milik warga Nagori Sedotani II, Kecamatan Bandar oleh tersangka Parlin Sitorus (25) tetangganya.
Saat itu, korban ditawarkan oleh tersangka akan diantar pulang dari lokasi pesta hajatan.

Kemudian, tersangka yang sudah memiliki niat jahat langsung membelokkan sepedamotornya dan memerkosa korban di kebun. Sampai saat ini korban hanya diam dan ketakutan dalam rumah. Akibat kejadian itu korban mengalami trauma berat.

Kejadian kedua dialami S br D gadis berparas cantik ini diperkosa oleh Rusli (23) dibantu Pr (17) temannya, warga Nagori Bukit Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Sabtu (16/3) pukul 21.00 WIB. Lokasinya di areal kebun sawit Blok 98 L Nagori Laras, Kecamatan Bandar Huluan. Saat ini kedua tersangka sudah diamankan di Polsek Perdagangan.

Namun, Parlin Sitorus tersangka pemerkosa NV sampai saat ini belum ditangkap aparat Polsek Perdagangan, karena sudah melarikan diri dan diduga ke ke Pekan Baru. Angka pemerkosaan ini dikhawatirkan bertambah seiring pengakuan tersangka Rusli bahwa selain S br D, dia juga sudah memerkosa gadis 16 tahun lainnnya di lokasi yang sama. Hanya saja pemuda brandal ini tidak mengenal identitas korbannnya.

Salah satu dari tersangka Rusli (25), tersangka yang memerkosa S br D ketika ditemui METRO, Jumat (22/3) di Polsek Perdaganga, mengaku sangat menyesali perbuatannya. Menurut dia, korban lain yang juga gadis 16 tahun yang diperkosa juga memiliki juga cantik. Bahkan, dia juga tak segan-segan melukai korbannya jika melawan perintahnya.

Ketua Komnas Perlindungan anak Indonesia Arist Merdeka Sirait ketika dihubungi METRO, Jumat (22/3) menyesalkan  kejadian tersebut. Menurutnya, angka pemerkosaan anak di bawah umur ini terus bertambah seiring lemahnya pengawasan orangtua pada anaknya.

Dia meminta aparat penegak hukum agar lebih aktif melakukan patroli di lapangan, khususnya untuk lokasi yang rawan aksi kejahatan. ”Di sini peran orangtua penting sekali. Mereka harus tahu ke mana anaknya pergi, selalu berikan pencerahan pada mereka. Karena jika kondisi ini dibiarkan terus menerus, maka angka ini akan bertambah dan berakibat fatal nantinya,” ujarnya.

Dia menambahkan, golongan anak merupakan sasaran utama pelaku kejahatan saat ini. Karena kelemahan dari anak dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan. Polisi juga didesak untuk melakukan pengawasan rutin dan melakukan sosialisasi di sekolah akan bahaya keluar malam, khususnya di lokasi yang sepi.

”Polisi pun harus melakukan penyuluhan di sekolah, supaya anak-anak itu paham dan tidak bermain atau pun berduaan di lokasi yang sepi. Kami secara tegas meminta supaya angka ini turun hingga nihil,” tegasnya.

Kapolsek Perdagangan AKP Aron Siahaan ketika dihubungi METRO, Jumat (22/3) mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan rutin di wilayah hukumnya. Dia mengimbau agar bagi siapa pun yang menjadi korban perkosaan Rusli sesuai pengakuannya, dapat segera melapor ke Polsek Perdagangan untuk dikembangkan. (bli)